infosawit

Menggantang Praktik Sawit Berkelanjutan



Menggantang Praktik Sawit Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Bagi masyarakat dunia, pembangunan berkelanjutan bukanlah sesuatu hal yang baru. Gagasan pembangunan berkelanjutan sudah dimulai ketika Brundtland Comission merumuskan dan mendefisinisikan istilah pembangunan berkelanjutan tersebut.

Prinsip pembangunan berkelanjutan adalah “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Pembangunan sebagai sebuah gagasan, prinsip, dan konsep berkaitan dengan implementasinya dalam kehidupan manusia, terutama relasi antara aspek lingkungan, aspek sosia,l dan aspek ekonomi dalam kerangka pembangunan berkelanjutan yang dipraktikkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia.

Relasi praktik-praktik pembangunan berkelanjutan terkait juga dengan relasinya dengan pemerintah  dengan pengertian bahwa sebuah investasi bisnis harus sejalan dengan standar-standar yang berlaku secara nasional dan internasional.

Bagi industri kelapa sawit nasional, penerjemahan konsep pembangunan berkelanjutan ialah dengan menerapkan praktik berkelanjutan yang memenuhi kaidah lingkungan dan sosial.

Di sektor sawit, dorongan penerapan praktik berkelanjutan diawali tahun 2004 lalu dengan berdirinya lembaga multistakeholderRoundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dengan kantor pusat di Malaysia. Kemudian masuk ke Indonesia dua tahun setelahnya atau tahun 2006 dengan mendirikan kantor cabang di Indonesia.

RSPO selaku lembaga nirlaba yang berfokus pada penerapan praktik berkelanjutan kini masih konsisten untuk membawa industri kelapa sawit yang ramah lingkungan. Ini didasari adanya keyakinan, pasar minyak sawit berkelanjutan adalah pasar masa depan.

Namun dalam perjalanannya, penerapan praktik berkelanjutan tidak semudah membalik telapak tangan karena pemahaman yang sama dalam menerapkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci keberhasilan skim ini.

Isu dagang dan lingkungan kerap menjadi bumbu dalam penerapan praktik berkelanjutan. Namun hal ini perlu ditelaah lebih meskipun pada kenyataannya, serapan minyak sawit setiap tahun terus meningkat.

Majalah InfoSAWIT edisi April 2018 menampilkan isu terkait penerapan praktik berkelanjutan di Indonesia, seperti, sejauh mana dan apa yang menjadi kendala dalam penerapan praktik lestari tersebut. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit