infosawit

Ini Alasan Perlu ada STDB Buat Petani Sawit



Ini Alasan Perlu ada STDB Buat Petani Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Berdasarkan data Dirjen Perkebunan, areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 14,03 juta hektar, dimana sekitar 42% merupakan perkebunan yang diusahakan oleh para pekebun sawit kecil atau petani. Dengan luasan areal kurang dari 25 hektar, keberadaan petani masih belum teridentifikasi secara komprehensif sesuai dengan data faktual, sehingga perlu mendapat perhatian dan pembinaan, antara lain melalui konsolidasi data dan  registrasi.

Seba itu dari penelurusan InfoSAWIT, guna mendapatkan data luasan areal lahan yang diusahakan oleh pekebun sawit dengan luasan kurang dari 25 hektar, maka berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No.98/Permentan/OT.140/9/2013 tanggal 30 September 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, sesuai ketentuan Pasal 5, dilakukan pendaftaran oleh Bupati atau Walikota.

Sebagai catatan, pendaftaran pekebun tidak termasuk kegiatan perizinan usaha, namun Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk, dengan melakukan pendaftaran usaha di wilayah kerjanya. Sesuai dengan lampiran I Permentan yang bersangkutan, Bupati/Walikota juga mempunyai tanggung jawab untuk mengetahui status, tingkat produktivitas, kepemilikan tanah, data teknis kebun dan berbagai informasi penting lainnya, yang bisa didapatkan dengan pendaftaran usaha perkebunan.

Upaya beberapa Pemerintah Daerah (Pemda), yang memiliki inisiatif guna melakukan konsolidasi data pekebun sawit, juga dapat dilanjutkan dengan mendaftarkannya sesuai dengan peraturan yang ada. Pendaftaran yang dilakukan, dapat mengacu kepada lampiran pedoman penerbitan STD-B ini. (T1)

Lebih Lengkap Baca Rubrik Regulasi InfoSAWIT edisi April 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit