infosawit

Membentuk SDM Sawit Dengan Tiga Keunggulan



Membentuk SDM Sawit Dengan Tiga Keunggulan

InfoSAWIT, JAKARTA - Kebutuhan pekerja di perkebunan kelapa sawit diyakini bakal terus melonjak seiring dengan perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Tentu saja yang dibutuhkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keahlian khusus tentang perkebunan kelapa sawit sehingga bisa langsung beradaptasi dengan baik di lapangan.

Saat ini karena keterbatasan SDM di sektor sawit, masih banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam memperoleh tenaga pekerja dilakukan dengan menggaet pekerja dari perusahaan sejenis, atau biasa dikatakan dengan cara membajak.

Tentu saja cara demikian bukan jalan keluar yang baik. Sebab itu Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Politeknik Kelapa Sawit CWE) mencoba untuk bisa mengisi kebutuhan pasokan tenaga kerja bagi sektor perkebunan kelapa sawit.

Dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri kelapa sawit dan muatan praktik yang seimbang, diharapkan, para lulusan Politeknik Kelapa Sawit CWE akan dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi perkebunan kelapa sawit.

Dalam rangka mencapai sinergi antara kebutuhan skill SDM di perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit dengan institusi pendidikan, saat ini Politeknik Kelapa Sawit CWE menyelenggarakan beberapa program studi dan peminatan, yaitu: (1) Budidaya Kelapa Sawit, (2) Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit, (3) Administrasi Perkebunan, dan (4) Manajemen Logistik Bisnis dan Manufaktur.

Pada tahun 2018 ini Politeknik Kelapa Sawit CWE kembali membuka pendaftaran penerimaan Mahasiswa Baru, baik yang berasal dari utusan perusahaan kelapa sawit, utusan daerah maupun siswa SMA sederajat secara umum (info lebih lanjut: www.cwe.ac.id).

Dari informasi yang didapat InfoSAWIT, rencana jumlah penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah 70 orang setiap program studi dan peminatan (setiap kelas 35 orang), sehingga total target mahasiswa baru tahun 2018 sebanyak 280 orang. Tentu saja bagi perusahaan kelapa sawit, akan sangat mungkin untuk membuka kelas khusus dengan kegiatan dan perlakuan yang khusus pula karena pihak perusahaan akan dilibatkan dalam proses pendidikannya. Hasilnya, perusahaan akan mendapatkan SDM handal karena sejak dini, mereka telah diadaptasikan dengan kondisi dan situasi yang ada di perusahaan tersebut.

Tidak hanya itu, pada proses belajar mengajar di Politeknik Kelapa Sawit CWE, mahasiswa dan mahasiswi didorong untuk memiliki tiga dasar kepribadian yang diyakini dibutuhkan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni Tanggap, Tanggon dan Trengginas.

Tanggap berarti peduli dan peka dalam melihat sesuatu atau hal yang kurang baik, lantas segera berinisiatif mengatasinya, tanpa harus menunggu perintah atasan. Kemudian, Tanggon, berarti tabah, ulet, dan kuat atau tahan banting dalam menghadapi persoalan hidup dan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya.

Serta yang terakhir adalah Trengginas, artinya cekatan, terampil, gesit, tidak setegah-setengah atau tuntas dalam bekerja, serta teliti/cermat dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya. Termasuk memiliki kepribadian yang dinamis dalam menyikapi hidup yang penuh dengan tantangan.

Guna memiliki sikap kepribadian Trengginas, harus diawali dengan memiliki sikap Tanggap dan Tanggon. Trengginas tanpa diikuti Tanggap, akan menjadi pekerja keras tanpa konsep. Trengginas tanpa diikuti Tanggon, akan mudah putus asa. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit