infosawit

Komitmen Sawit Berkelanjutan Wilmar Dipertaruhkan



Komitmen Sawit Berkelanjutan Wilmar Dipertaruhkan

InfoSAWIT, JAKARTA – Dari investigasi yang dilakukan Greanpeace, selama beberapa tahun, diduga Wilmar dan Gama telah bekerja bersama dengan modus menggunakan perusahaan Gama yang dianggap masih belum menerapkan praktik budidaya kelapa sawit layak lingkungan dan sosial, untuk memasok minyak sawit ke Wilmar

Tutur Kepala Kampanye Hutan Global Indonesia, Kiki Taufik, pihak Wilmar  harus segera bertindak untuk menyelamatkan reputasinya. “Wilmar harus segera memutus semua pemasok minyak sawit belum dapat membuktikan pasokan sawit mereka bersih dari praktik deforestasi, ”kata Kiki Taufik, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Gama merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia, didirikan oleh salah satu pendiri Wilmar, Martua Sitorus dan saudaranya Ganda pada 2011 lalu. Konsesi Gama dimiliki dan dikelola oleh anggota keluarga Ganda dan Martua Sitorus, yang merupakan Kepala Wilmar dan Wakil Kepala untuk Indonesia.

Padahal pada Desember 2013, Wilmar menjadi perusahaan kelapa sawit pertama yang menerbitkan kebijakan “tanpa deforestasi, tanpa gambut, tanpa eksploitasi” (NDPE) yang diterapkan pada perkebunannya sendiri dan para pemasoknya. Hasil analisis pemetaan dan satelit menunjukkan bahwa Gama telah menghancurkan sekitar 21.500 hektar hutan atau lahan gambut bahkan sejak Wilmar membuat komitmen nol deforestasi.

Wilmar juga memiliki catatan sejarah pernah menghindari tanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia dan lingkungan dengan penjualan konsesi yang paling kontroversial kepada Gama.

Analisis data perdagangan menunjukkan bahwa Wilmar terus memperdagangkan minyak sawit dari Gama ke banyak merek terbesar di dunia, meskipun Wilmar sebenarnya menyadari bahwa Gama melanggar kebijakan NDPE yang diterapkan mereka sendiri soal pembukaan lahan hutan.

“Wilmar telah memperdagangkan minyak sawit dari Gama di seluruh dunia, termasuk ke perusahaan produk merek-merek terkenal dunia seperti P&G, Nestlé, dan Unilever. Perusahaan produk merek tidak boleh membiarkan penipuan ini berlalu tanpa perlawanan dan tidak punya pilihan selain menangguhkan semua bisnis dengan Wilmar hingga terbukti perusahaan ini hanya memperdagangkan minyak sawit bersih dari produsen yang bertanggung jawab,” tandas Kiki Taufik.

Wilmar berada di dalam dewan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), konferensi dua kali dalam setahun dimulai pada Senin, 25 Juni 2018 di Paris kemarin. Setidaknya satu perusahaan Gama, S&G Biofuel Ltd, juga merupakan anggota RSPO. Berdasarkan aturan keanggotaan RSPO, perusahaan yang memiliki personel manajemen atau kontrol yang sama harus diperlakukan sebagai satu kesatuan kelompok. Ini sebagai bentuk tanggung jawab Wilmar atas apa yang terjadi di konsesi milik Gama. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit