infosawit

Para Wakil Rakyat Eropa Belajar Sawit di Jambi



Para Wakil Rakyat Eropa Belajar Sawit di Jambi

InfoSAWIT, JAMBI - Kunjungan delegasi Uni Eropa yang terdiri dari Duta Besar dan perwakilan negara-negara Uni Eropa ini, mendapat sambutan hangat dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bekerjasama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan mengunjungi PT Inti Indosawit Subur (Grup Asian Agri) di Kabupaten Muaro Jambi.

Keberadaan perusahaan milik Grup Asian Agri ini sudah mengembangkan perkebunan kelapa sawit sejak tahun 1983 silam. PT Inti Indosawit Subur, sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, mendukung program pemerintah dalam melakukan pembangunan nasional melalui Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi.

PT Inti Indosawit Subur milik Grup Asian Agri menjadi bagian dari program pemerintah yang berasal dari pihak swasta untuk bekerjasama dengan masyarakat membangun perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. Pola PIR menjadi program pendampingan perusahaan perkebunan kepada masyarakat untuk membangun perkebunan kelapa sawit plasma milik petani.

Menurut pimpinan delegasi Uni Eropa, Vincent Guerend, perkebunan kelapa sawit sebagai produsen minyak sawit mentah (CPO) yang banyak dikonsumsi masyarakat Uni Eropa merupakan bagian dari produk minyak nabati global. Sebagai pengonsumsi CPO dan produk turunannya, Uni Eropa memiliki kewajiban untuk menelusuri keberadaan sumber produksinya.

“Kehadiran kami di Provinsi Jambi untuk melihat secara langsung produksi minyak sawit yang dilakukan produsen perkebunan kelapa sawit disini,”ungkap Vincent Guerend kepada InfoSAWIT baru-baru ini.

Melalui kunjungan ke PT Inti Indosawit Subur di Kabupaten Muaro Jambi ini, delegasi Uni Eropa memiliki kesempatan langsung untuk melihat praktek budidaya berkelanjutan yang telah dilakukan perusahaan perkebunan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit milik inti dan milik petani plasma kelapa sawit.

Kebun sawit Tungkal Ulu milik perusahaan ini sudah berhasil mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Keberhasilan mendapatkan sertifikasi RSPO dan ISCC inimenunjukan kepada dunia internasional mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Menurut Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio, perkebunan kelapa sawit milik Asian Agri sudah sejak awal melakukan praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan. Pasalnya, keberadaan perkebunan kelapa sawit akan terus bertumbuh bila dilakukan berlandaskan prinsip dan kriteria berkelanjutan. (T1)

Tulisan ini pernah terbit pada Majalah InfoSAWIT edisi Mei 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit