infosawit

Perkebunan Kelapa Sawit Bertahan Saat Krisis Ekonomi



Perkebunan Kelapa Sawit Bertahan Saat Krisis Ekonomi

InfoSAWIT, JAKARTA - Krisis ekonomi nasional tahun 1998 lalu juga menjadi bagian dari pertumbuhan perkebunan kelapa sawit. Pasalnya, krisis ekonomi nasional juga diikuti dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (US$) sehingga ekonomi nasional kian terpuruk dan menyebabkan banyak dunia usaha yang bangkrut akibat rendahnya nilai tukar mata uang tersebut.

Melemahnya beberapa usaha nasional, akibat rendahnya nilai tukar mata uang rupiah (Rp) terhadap Dollar Amerika , juga diikuti dengan menguatnya beberapa usaha nasional, terutama usaha yang menghasilkan produk komoditas, termasuk usaha perkebunan kelapa sawit yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Setahun berikutnya, pada tahun 1999/2000, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika (US$)  telah menguatkan usaha perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) untuk pasar global. Karena dijual kepasar global, hasil penjualan produk CPO, bila dirupiahkan, kian membesar.

Alhasil, penerimaan uang hasil penjualan CPO kian berlimpah sehingga perkebunan kelapa sawit juga mendapatkan profit keuntungan usaha yang meningkat. Sebagai gambaran, krisis ekonomi nasional dapat tertahan di beberapa daerah karena memiliki perkebunan kelapa sawit yang sudah berkembang.

Seiring berjalannya waktu, CPO dan produk turunannya kian dikenal masyarakat global termasuk Indonesia, sehingga pasar CPO dan produk turunannya terus bertumbuh lebih besar hingga tahun 2006/2007. Harga jual CPO dan produk turunannya meningkat seiring dengan penurunan bunga kredit perbankan. Hasilnya, usaha perkebunan kelapa sawit nasional tumbuh kian pesat.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Perkebunan, luas areal perkebunan kelapa sawit nasional tahun 2017 lalu telah mencapai 14,031 juta hektar tersebar di berbagai pulau, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Luasnya perkebunan kelapa sawit nasional juga sebanding dengan produksi minyak sawit mentah (CPO) yang telah dihasilkan pada tahun yang sama, sebesar 37,813 juta ton. (Sunarso – Direktur Utama Pegadaian)

Tulisan ini pernah terbit pada Majalah InfoSAWIT edisi Mei 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit