infosawit

Ekspor Minyak Sawit Indonesia Mei 2018 Melorot 4%



Ekspor Minyak Sawit Indonesia Mei 2018 Melorot 4%

InfoSAWIT, JAKARTA – Munculnya kebijakan dagang di Amerika Serikat (AS) yang memberikan bea masuk tinggi terhadap produk asal China, yang dijawab negeri Tirai Bambu dengan kebijakan yang serupa, telah menimbulkan dampak  pada perdagangan komditas di dunia.

Berkurangnya pembelian kedelai oleh China menyebabkan stok kedelai di AS melimpah. Di sisi lain China telah mempersiapkan diri dengan munumpuk stok di dalam negeri jauh hari sebelum perselisihan dagang dimulai. Melimpahnya stok kedelai AS dan permintaan pasar global yang lemah hargapun mulai jatuh.

Pada saat yang sama stok minyak nabati lain seperti rapeseed, bunga matahari dan minyak sawit juga cukup melimpah di negara produsen. Melimpahnya ketersediaan pasokan komloditas berdampak pada harga yang mulai melemah.

Sepanjang Mei 2018, volume ekspor minyak sawit Indonesia secara total termasuk biodiesel dan oleokimia membukukan penurunan sebesar 3% atau dari 2,39 juta ton di April susut menjadi 2,33 juta ton pada Mei.

Khusus volume ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya tidak termasuk biodiesel dan oleokimia pada Mei 2018 tercatat menurun 4% dibandingkan dengan April lalu atau dari 2,22 juta ton di April merosot menjadi 2,14 juta ton di Mei.

“Penurunan ekspor dipengaruhi stok minyak nabati lain yang melimpah di pasar global sehingga harga yang murah juga tidak mendongkrak permintaan,” catat Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (10/7/2018). (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit