infosawit

Industri Hilir Sawit Perlu Dikembangkan Indonesia



Industri Hilir Sawit Perlu Dikembangkan Indonesia

InfoSAWIT, JAKARTA - Berdasarkan data oilworld tahun 2016 silam, pertumbuhan pasar minyak nabati global setiap tahunnya masih tumbuh sebesar 11%. Sejalan dengan pertumbuhan pasar global yang cukup pesat bagi minyak nabati, juga membutuhkan pasokan minyak nabati dari CPO. Pasalnya, yield produktivitas minyak sawit, jauh lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya.

Tren kegunaan minyak sawit yang diproduksi Indonesia, juga menunjukan potensi yang terus meningkat bagi pasar domestik. Pasalnya, keberadaan produksi CPO tahun 2017 lalu sebesar 37,813 juta ton, sebanyak 70% lebih, digunakan sebagai bahan baku industri turunan CPO di dalam negeri, sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional.

Perkembangan industri turunan CPO beberapa tahun terakhir, juga cukup menggembirakan, pasalnya banyak refineri (pabrik minyak goreng) baru, yang dibangun di beberapa daerah. Sehingga, membutuhkan pasokan bahan baku dari CPO yang dihasilkan perkebunan kelapa sawit. Semisal, Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan, yang banyak memiliki refineri baru.

Bak gayung bersambut, refineri yang beroperasi juga menumbuhkan industri turunan baru lainnya, seperti industri oleokimia di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Keberadaan industri oleokimia baru ini, menggunakan bahan baku berasal dari produk samping yang turut dihasilka refineri. Sehingga, berbagai produk turunan CPO yang dihasilkan, bisa di ekspor ke luar negeri.

Selebihnya, sebesar 30% digunakan untuk pasar ekspor guna memenuhi permintaan pasar global akan minyak sawit mentah. Lantaran, pasar global masih membutuhkan CPO sebagai bahan baku industri turunannya di beberapa negara, seperti pasar terbesar ekspor CPO yaitu Negara India. Negara tersebut, lebih menyukai membeli produk CPO yang digunakan sebagai bahan baku industri refinerinya.

Industri refineri (pabrik minyak goreng) di Negara India, sudah lama berkembang dan membutuhkan pasokan bahan baku dari CPO yang diproduksi Indonesia. Selain refineri, India juga memiliki industri turunan CPO seperti industri oleokimia yang juga menggunakan bahan baku yang berasal dari produk samping refinerinya. (Direktur Utama PT Pegadaian Persero/Soenarso)

Artikel pernah terbit pada Majalah InfoSAWIT Edisi Juni 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit