infosawit

Petani Sawit di Paser Tuntut Solusi Harga TBS Rendah



Foto Aksi Damai : Petani kelapa sawit yang tergabung dalam Forum Petani Kelapa Sawit Kabupaten Paser saat aksi damai di depan kantor bupati kebupaten Paser.
Petani Sawit di Paser Tuntut Solusi Harga TBS Rendah

InfoSAWIT, TANA PASER – Tren penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hingga saat ini masih berlangsung dan merugikan petani kelapa sawit di Kabupaten Paser. Sejumlah Petani Kelapa Sawit bersama organisasi dan asosiasi petani kelapa sawit yang tergabung dalam Forum Petani Kelapa Sawit Kabupaten Paser menyatakan peroalan ini tidak ditanggapi secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Paser sampai saat ini meski telah beberapa kali persoalan ini terus disuarakan kepada instansi Pemerintah terkait termasuk Bupati Kabupaten Paser untuk menyelesaikan sejumlah persoalan hingga terkait turunnya harga TBS yang dialami sejumlah petani kelapa sawit.

Dalam aksi damai pada Senin (16-07/2018) di Depan Kantor Bupati Kabupaten Paser, Forum Petani kelapa Sawit Kabupaten Paser yang terdiri dari Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO) dan Perwakilan petani yang tergabung dalam kelompok tani dan koperasi di 10 kecamatan menyampaikan beberapa orasi dan tuntutan berkenan dengan persoalan tata niaga sawit dan turunnya harga TBS kelapa sawit yang dialami petani kelapa sawit dalam tiga bulan terakhir.

Kanisius selaku Ketua Departemen Advokasi SPKS Kabupaten Paser sekaligus Koordinator aksi menyampaikan, solidaritas keikutsertaan 1000 petani yang terlibat dalam aksi damai hari ini merupakan bentuk kekecewaan petani atas lambatnya respon Pemerintah Kab Paser untuk menanggapi tuntutan petani sawit selama ini terkait persoalan tata niaga sawit dan turunnya harga tbs di tingkat petani. 

Dikatakan Kanisius, pada tanggal 5 juni yang lalu sejumlah petani bersama Forum Petani kelapa Sawit kabupaten paser telah menyampaikan beberapa tuntutan dan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten paser terkait dengan persoalan di lapangan dan kondisi rendahnya harga TBS kelapa sawit. Namun hingga saat ini aspirasi kami belum ditanggapi secara serius oleh Pemkab Paser. “Padahal petani sawit terus menjerit dengan kondisi rendahnya harga tbs kelapa sawit. Karena itu Forum Petani Kelapa Sawit Kab Paser menggelar aksi damai menuntut Pemerintah segera melaksanakan aspirasi petani kelapa sawit,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Sebelumnya Forum Petani Kelapa Sawit Kab Paser menyampaikan beberapa tuntutan; pertama, mendorong Pemkab Paser untuk berkirim surat ke seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mesti menerima buah sawit petani dengan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Kedua, meminta kepada Pemkab Paser untuk memberikan peringatan atau sanksi kepada pabrik yang beroperasi di wilayah tersebut yang tidak mau membeli buah sawit dari petani. Ketiga, mendesak Pemkab Paser untuk dengan cepat membuat peraturan tataniaga sawit, keempat, menertibkan semua kontrak suplai TBS yang ada di pabrik yang berlokasi di Kabupaten Paser. Kelima, menertibkan loading ramp yang beroperasi di Kabupaten Paser dan Keenam, Pemkab mesti memfasilitasi semua koperasi/kelembagaan petani sawit untuk membuat dan mendapatkan kontrak suplai TBS dengan PKS yang beroperasi di Kabupaten Paser.

Kanisius menambahkan, lima tuntutan tersebut merupakan persoalan yang nyata terjadi di lapangan, karena itu Pemerintah seharusnya menanggapi ini secara serius, ini persoalan masyarakat kabupaten Paser yang selama ini bertumpu pada harga TBS kelapa sawit.

Abdullah (34), salah satu petani kelapa sawit mengungkapkan turunnya harga TBS sawit kelapa sawit selama 3 bulan terakhir telah menyebabkan terlantarnya kebun sawit karena tidak memiliki dana lagi untuk membiayai perawatan kebun dengan pemupukan. Belum lagi untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Selama ini saya memiliki modal yang cukup dari hasil kebun karena harga TBS juga lumayan bagus, sehingga masih bisa merawat kebun dengan membeli beberapa pupuk yang dibutuhkan.  

Kesepakatan Bersama Bupati

Tuntutan petanii sawit dalam aksi Damai ini pun disamput baik oleh Bupati Kab Paser. Kanisius mengungkapkan kami diterima langsung oleh Bapak Yusriansyah Bupati Kabupaten Paser dan berdiskusi yang menghasilkan tiga poin kesepatan bersama terkait solusi atas persoalan yang ada terutama soal turunnya harga TBS kelapa sawit di kabupaten paser. Tiga point kesepakatan  tersebut tercatum dalam kesepatan bersama yang di tanda tangani langsung oleh Bupati kabupaten paser dan perwakilan Forum Petani kelapa Sawit kabupaten paser. Isi kesepakatan sebagai berikut:

  1. Pemerintah kabupaten paser akan segera mengundang pabrik kelapa sawit pada tanggal 17 juli mendatang untuk menerima intruksi dari bupati kabupaten paser terkait dengan pembelian harga TBS sesuai dengan penertapan tim harga TBS provinsi kalimantan timur.
  2. Pemerintah kabupaten paser akan memberikan sangsi kepada perusahaan kelapa sawit yang tidak mematuhi penertapan tim harga TBS sesuai peraturan yang berlaku.
  3. Pemerintah kabupaten paser akan melakukan pengawasan terpadu pada pabrik kelapa sawit yang ada di kabupaten paser.

Kanisius berharap agar Pemerintah mampu dan segera menjalankan 3 poin hasil kesepakatan yang dibuat secara serius, demikian halnya perusahan untuk patuh pada upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Paser. “Forum Petani Kelapa Sawit Kab Paser juga akan terus memantau perkembangan dari hasil kesepakatan yang dibuat hari ini,” tandas Kanisius. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit