infosawit

Aliansi Minyak Sawit Berkelanjutan China Resmi Dibentuk



Aliansi Minyak Sawit Berkelanjutan China Resmi Dibentuk

InfoSAWIT, NANJING – Belum lama ini tepatnya pada acara Forum Rantai Pasok Minyak Sawit Berkelanjutan China, yang digelar pada 11 Juli 2018 lalu, dan merupakan forum yang kedua kali dilakukan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), para peserta forum sepakat untuk membentuk Aliansi Minyak Sawit Berkelanjutan China (China Sustainable Palm Oil Alliance/CSPOA), yang dipelopori oleh Kamar Dagang dan Industri Makanan China (China Chamber of Commerce of Foodstuffs and Native Produce/CFNA), Roundtable for Sustainable Palm Oil (RSPO) dan World Wildlife Fund (WWF).

Aliansi Minyak Sawit Berkelanjutan China dibentuk atas dasar kepentingan bersama dengan platform win-win solution untuk para stakeholder disepanjang rantai pasok minyak sawit di China, sekaligus sebagai upaya mempromosikan minyak sawit berkelanjutan di China.

Para perusahaan  pengguna minyak sawit termasuk diantaranya, Mars Wrigley Confectionery, L'Oréal China, AarhusKarlshamn, Cargill China, China National Cereals, Oils and Foodstuffs Corporation, China Grain Reserves Corporation, HSBC, Yihai Karry, SGS China, telah sepakat untuk secara bersama berkomitmen menjadi bagian dalam upaya memperomosikan dan menyerap minyak sawit berkelanjutan untuk pasar di China.

CEO RSPO, Datuk Darrel Webber mengungkapkan, semakin banyak pelaku usaha di China yang bergabung, memberikan dukungan kuat dalam upaya mewujudkan minyak sawit sebagai norma terutama untuk pasar  minyak sawit di China. “Dengan diluncurkannya Aliansi Minyak Sawit Berkelanjutan China, kami berharap RSPO bisa membuka kesempatan lebih luas bagi para pelaku di China untuk berpartisipasi dalam dialog,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Kepala TRAFFIC China, Zhou Fei yang juga sebagai Kepala Program Perdagangan WWF China mengatakan, dengan pengelolaan kelapa sawit yang tidak berkelanjutan akan membawa masalah lingkungan dan deforestasi di negara-negara berkembang. Dengan diluncurkannya Aliansi Minyak Sawit Berkelanjutan China, pihaknya memanggil seluruh pelaku yang berada di rantai pasok minyak sawit untuk bergabung dan menerapkan platform baru, serta secara aktif berkomitmen melakukan kegiatan untuk mengubah pasar menuju pada pasar minyak sawit yang berkelanjutan.

China tercatat merupakan pasar impor kedua terbesar produk minyak sawit di dunia, dan peringkat tiga dunia sebagai konsumen minyak sawit. Langkah ini menjadi hal yang positif terlebih China memiliki visi untuk menyerap minyak sawit berkelanjutan sebanyak 10% pada 2020 dari total produksi minyak sawit berkelanjutan di dunia. (T2)  


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit