infosawit

Perkebunan Sawit Sinarmas Kalbar Bantu Warga di 3 Kecamatan



Perkebunan Sawit Sinarmas Kalbar Bantu Warga di 3 Kecamatan

InfoSAWIT, KAPUAS HULU – Masyarakat yang kurang mampu dari tiga kecamatan, Suhaid, Semitau dan Silat Hilir di Kabupaten Kapuas Hulu secara bersama mengikuti operasi katarak gratis yang diberikan Perusahaan Perkebunan Sinarmas Kalimantan Barat.

Operasi katarak gratis ini merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bidang kesehatan, dari tiga anak perusahaan perkebunan kelapa sawit Sinarmas yang beroperasi di tiga kecamatan, diantaranya PT Kartika Prima Cipta (Suhaid), PT Paramitra Intanusa Pratama (Semitau) dan PT Persada Graha Mandiri (Silat Hilir) bekerjasama dengan Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia perwakilan Sinarmas.

Program operasi katarak gratis ini, telah lama dilakukan Sinarmas, sebagai bentuk bakti sosial perusahaan terhadap warga desa yang ada disekitar wilayah operasi perkebunan kelapa sawit Sinarmas.

Wajar bilamana sebagian besar yang mengikuti operasi katarak gratis ini umumnya adalah petani. "Saya sudah lima tahun menderita penyakit ini," kata Sening warga Desa Nanga Suhaid, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Kegiatan ini tentu saja sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi untuk melakukan operasi kebanyakan petani terkendala dengan biaya, sehingga tidak aneh bila banyak diantara peserta sudah menderita penyakit katarak hingga bertahun-tahun. "Untuk satu operasi saja butuh biaya Rp 7 juta," keluh Tumenggung Kecamatan Silat Hilir, Matius Rajang.

Beruntung, bagi Matius, lantaran dengan adanya program ini harapan sembuh bukan lagi sesuatu yang mustahil, apalagi kedua mata pria berperawakan besar telah terserang katarak. Tahun 2015 silam, satu mata Matius sudah terlebih dahulu dioperasi dari program CSR Sinarmas sebelumnya. Sekarang ia kembali mendapatkan kesempatan untuk mengobati matanya. "Jika bukan karena Sinarmas tentu dua mata saya sudah buta. Saya sangat bersyukur atas bantuan ini," ungkap Matius.

Lebih lanjut kata Matius, bukan hanya dirinya yang memperoleh manfaat dari program operasi gratis katarak ini, melainkan pula dirasakan oleh masyarakat lainnya. “Harapannya penyakit lain juga bisa diobati," harap Matius.

Harapan untuk bisa kembali melihat juga dialami Mucai. Ibu tujuh anak ini juga ikut dalam program operasi katarak gratis dari Sinarmas.  "Anak saya yang memberitahu adanya operasi ini. Jika tidak dioperasi mata saya bisa buta," kata wanita berusia 56 tahun.

Mucai berharap dengan adanya operasi tersebut penglihatannya kembali normal. Dengan begitu ia bisa kembali melakoni aktivitasnya sehari-hari. "Terima kasih Sinarmas, bantuan ini sangat berharga bagi kami," pungkasnya.

Semenatar dikatakan CEO Perusahaan Perkebunan Sinarmas wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang, program ini merupakan salah satu perwujudan dari program yang dicanangkan oleh perusahaan untuk bebas katarak, bebas bibir sumbing dan bebas hernia, bagi masyarakat dalam radius 5 km dari wilayah kerja perusahaan.

Dimana untuk tahun 2018 ini berdasarkan pendataan yang telah dilakukan di 3 Kecamatan, tercatat ada sekitar 100 lebih masyarakat yang menderita katarak. Sebab itu sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dan kepedulian perusahaan disekitar wilayah operasi perkebunan kelapa sawit Sinarmas, dilakukan kegiatan tersebut, harapannya dengan kehadiran perusahaan bisa memberikan manfaat dan bisa turut membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bagi masyarakat yang menginginkan ikut serta dalam program operasi katarak gratis, mesti mengusulkan ke perusahaan yang kemudian dilakukan survei.  "Jadi tidak langsung, ada dokter yang memeriksa apakah benar itu penyakit katarak. Jika iya apakah sehat menjalani operasi, misalnya tidak menderita diabetes atau tekanan darah tinggi atau punya penyakit jantung dan lainnya. Tahapan ini mesti dilalui masyarakat," jelas Susanto.

Lebih lanjut tutur Susanto, bila pasien ini menderita penyakit katarak dan bisa dilakukan tindakan operasi maka pengobatan katarak dilanjutkan. “Perusahaan akan mengurus mereka dan menanggung semua biaya operasi sampai selesai atau gratis" tandas Susanto. (T1)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit