infosawit

Pemerintah Jamin Sawit Asal Indonesia Ramah Lingkungan



Pemerintah Jamin Sawit Asal Indonesia Ramah Lingkungan

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebagai negara tropis, Indonesia memang memiliki banyak hutan alam, yang digadang-gadang sebagai bagian dari paru-paru dunia. Ketergantungan masyarakat global terhadap Indonesia, terbilang sangat tinggi, lantaran keberadaan hutan tropis di Indonesia juga menyimpan keanekaragaman hayati yang bernilai tinggi.

Nilai Konservasi Tinggi (NKT) yang terkandung didalam hutan alam Indonesia, juga bagian dari ekosistem alam yang harus dilestarikan. Sebab itu, keberadaan NKT seringpula menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang harus dijaga, supaya terjadi keseimbangan alam. Salah satunya, melalui pembangunan ekonomi yang bermuara kepada perkebunan kelapa sawit.

Melalui pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, telah menjadi bagian dari pertumbuhan industri minyak sawit Indonesia. Seperti yang dibicarakan dalam 6th International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) 2018, yang baru-baru ini diselenggarakan di Nusa Dua, Bali. Dengan mengangkat tema, Embracing Sustainable Palm Oil.

Dalam pembukaan acara ICOPE 2018, Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, bahwa keberadaan perkebunan kelapa sawit lestari, merupakan bagian dari pembangunan nasional berkelanjutan. Dimana, keberadaan perkebunan kelapa sawit, telah ikut serta membuka lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat Indonesia dan turut melakukan prinsip dan kriteria berkelanjutan.

Terlebih, keberadaan lahan perkebunan kelapa sawit, sebesar 42% lebih, telah dimiliki oleh petani kelapa sawit. Sehingga, perkebunan kelapa sawit, telah menjadi soko guru bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pentingnya, mengelola perkebunan kelapa sawit lestari, juga sesuai dengan prinsip dan kriteria Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang diterapkan pemerintah secara mandatori.

“Perkebunan kelapa sawit Indonesia harus menerapkan ISPO sebagai bagian dari sustainability, untuk menghasilkan minyak sawit lestari,”kata Darmin Nasution dalam sambutan pembukaan acara ICOPE 2018 lalu. Katanya, keberadaan sertifikasi ISPO sangat penting dilakukan perkebunan kelapa sawit guna menguji pelaku usaha, akan kepatuhan hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Dengan menerapkan prinsip dan kriteria ISPO, oleh para pelaku perkebunan kelapa sawit, Darmin menilai, perkebunan kelapa sawit akan mampu menghasilkan minyak sawit lestari dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional yang ramah lingkungan. Terlebih, penerapan ISPO juga akan turut meningkatkan produktivitas panen yang dihasilkan perkebunan kelapa sawit.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) Darmin Nasution, juga mengatakan, minyak sawit adalah produk tanaman yang paling efisien dibandingkan dengan tanaman minyak nabati lainnya seperti kacang kedelai, rapeseed atau bunga matahari. Berdasarkan rasio penggunaan lahan, per hektar kebun sawit akan menghasilkan sekitar 4 ton minyak sawit. Sedangkan biji bunga matahari hanya menghasilkan 0.6 ton.

Lebih lanjut tutur Darmin, ini menunjukkan bahwa produksi minyak sawit sangat efisien dalam hal penggunaan lahan dan mengonsumsi energi paling sedikit dibandingkan dengan banyak tanaman minyak lainnya. “Jika kebutuhan minyak nabati global tidak dipenuhi dari minyak sawit, berapa banyak deforestasi global, yang akan terjadi untuk memenuhinya?”tuturnya menegaskan.

Sebab itu, pemerintah juga terus mendukung produktivitas petani sawit dengan memanfaatkan luas lahan yang sudah ada. Salah satunya melalui peningkatkan produktivitas perkebunan petani kecil, yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo saat meluncurkan Program Penanaman Perkebunan Rakyat (PPR) di Kabupaten Musi Banyuasin - Sumatera Selatan dan Serdang Bedagai - Sumatera Utara, tahun 2017 lalu.

“Bekerjasama dengan multi pihak, forum diskusi ilmiah seperti ICOPE dapat berkontribusi menciptakan inovasi dan teknologi, yang dapat mengatasi bahaya lingkungan akan emisi karbon, aktivitas deforestasi dan kebakaran lahan,” tandas Menko Darmin. (T1)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit