infosawit

Minamas Tanggap Tanggulangi Kebakaran di Areal Plasma Sawit



Minamas Tanggap Tanggulangi Kebakaran di Areal Plasma Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA  - Salah satu perkebunan kelapa sawit, Minamas Plantation terbukti secara aktif berupaya menanggulangi kebakaran lahan di areal perkebunan kelapa sawit, secara bergotong royong dengan masyarakat sekitar dan aparat berwenang.

Misalnya saja pada 26 Juli 2018 lalu telah terjadi kebakaran di areal plasma salah satu anak perusahaan Minamas Plantation yaitu PT Bahari Gembira Ria (PT BGR), SKJ 11 milik Kelompok Tani Maju Desa Sumber Agung.

Pada hari yang sama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tim pemadam PT.BGR bersama dengan tim Satgas Karhutla kabupaten Muaro Jambi, melakukan operasi pemadaman sampai dini hari.

Lantas di hari berikutnya MPA dan tim pemadam kebakaran PT.BGR bersama dengan tim Satgas Karhutla kabupaten Muaro Jambi, melakukan operasi pemadaman dan pendinginan (mopping up).

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi, melakukan kaji cepat, pendataan dan operasi pemadaman. Api padam setelah dilakukan Operasi Darat selama 2 hari.

Merujuk informasi dari perusahaan, Minamas Plantation sampai saat ini terus memantau situasi yang berlangsung di seluruh lokasi perusahaan dengan seksama, pemantauan dilakukan setiap hari melalui sistem Plantation Location Intelligent Universal Management (PLATINUM) dengan menggunakan data-data dari satelit pada titik panas di peta area konsesi untuk dapat mendeteksinya dengan cepat. Seluruh titik api yang terdeteksi akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang dan prosedur yang sama juga diterapkan dalam standar operasional perusahaan.

President Director Minamas Plantation, Haryanto Tedjawidjaya mengatakan, pihaknya sangat menghargai kerjasama dari tim gabungan (MPA, Polisi, TNI, tim tanggap darurat, BNPBD) di lapangan atas respon cepat untuk memadamkan api. “Kami akan terus berupaya mencegah terjadinya kebakaran di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Asian Games tanpa asap pada bulan Agustus ini,” kata Haryanto dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan khusus di propinsi Jambi, Minamas Plantation telah mengimplementasikan program pencegahan kebakaran berbasis desa dengan menggandeng tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jambi (LPPM-UNJA). Sebanyak 4 desa di Jambi telah menjadi Desa Mandiri Cegah Api di bawah program Universitas Jambi. Adapun desa-desa tersebut adalah desa Arang-arang, desa Parit, desa Sumber Agung dan desa Gambut Jaya. Masyarakat desa tersebut mendapatkan pendampingan dalam menjalankan praktek pertanian berkelanjutan dan sesuai dengan Zero Burning Policy.

Tercatat Minamas Plantation bersama anak usahanya sejak tahun 2001 telah melaksanakan komitmen melakukan praktek perkebunan yang ramah lingkungan dengan menerapkan Zero Burning Policy. Melalui komitmen tersebut perusahaan melakukan upaya-upaya menanggulangi kebakaran melalui pembangunan 72 menara api yang tersebar di beberapa lokasi di seluruh unit usaha (Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi) dengan rata-rata ketinggian menara api mencapai 15 meter serta memasang “Fire Index” papan pengumuman di sekitar operasi untuk memastikan bahwa semua karyawan selalu waspada terhadap resiko untuk terjadinya kebakaran. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit