infosawit

Lantaran Tak hadiri Rapat Penentuan Harga Buah Sawit, 23 Perusahaan Sawit Kena Sanksi



Lantaran Tak hadiri Rapat Penentuan Harga Buah Sawit, 23 Perusahaan Sawit Kena Sanksi

InfoSAWIT, BENGKULU – Sebanyak 23 perusahaan perkebunan kelapa sawit di Bengkulu terancam terkena sanksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menyusul tidak hadirnya sejumlah perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam penetapan harga kelapa sawit yang digelar pemprov bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Bengkulu pada Rabulalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Perkebunan (DKPHP) Provinsi Bengkulu, Ricky Gunawan mengatakan, sanksi yang akan diberikan kepada pihak perusahaan berupa sanksi teguran tertulis.

Lebih lanjut tutur Ricky, dari total perusahaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu sebanyak 31 perusahaan, yang hadir dalam rapat penetapan harga sawit hanya sebanyak 19 perusahaan.

Dari 19 perusahaan, sebanyak 8 perusahaan diwakili tanpa staf yang membidangi tentang penentuan harga buah sawit. “Yang dikenakan sanksi, perusahaan yang tidak datang dan perusahaan yang diwakilkan,” katanya dikutip Bengkulu Ekspress.

Hasilnya dalam penetapan harga buah sawit tersebut hanya bisa disepakati oleh 8 perusahaan. Selebihnya perusahaan kelapa sawit tidak memberikan kesepakatan. Meski demikian, keputusaan harga tandan buah segar kelapa sawit telah ditetapkan sebesar Rp 1.071/Kg serta ditolerasi 5% atau Rp 1.018/Kg, dimana wajib disepakati oleh semua perusahaan.  Jika tidak diterapakn, maka dipastikan, sanksi pecabutan izin akan dilakukan. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit