infosawit

Beragam Skema Pendanaan untuk Minyak Sawit Berkelanjutan Dari Mahasiswa Indonesia



Beragam Skema Pendanaan untuk Minyak Sawit Berkelanjutan Dari Mahasiswa Indonesia

InfoSAWIT, JAKARTA – Setelah melewati berbagai tahapan akhirnya, kompetisi Sustainable Financing Business Model dilakukan Penjurian Final di Aloft Hotel, Jakarta. Kompetisi ini didukung penuh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Pada Kamis (16/8/2018) terpilih tiga pemenang dari para peserta mahasiswa yang mengikuti kompetisi tersebut. Kompetisi ini sebelumnya telah diluncurkan semenjak 23 Mei 2018 lalu, dengan para perta dari mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk menyampaikan ide mereka mengenai Keuangan Berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh sektor keuangan, khususnya di sektor kelapa sawit dan rantai pasokannya.

Saat ini sektor keuangan memiliki peran yang penting tidak hanya dalam berkontribusi terhadap komitmen Target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi seperti yang telah ditelaah di dalam sebuah penelitian terbaru bahwa perusahaan dengan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik memiliki performa yang lebih baik. Peran penting dari sektor keuangan ini dituangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di dalam peraturannya di POJK No. 51/2017 terkait Sustainable Financing atau pendanaan yang berkelanjutan.

Direktur RSPO Indonesia, Tiur Rumondang menyampaikan, tujuan utama dari kompetisi ini adalah untuk menemukan ide-ide terbaru serta model bisnis yang tepat untuk Sustainable Financing, dan dapat diadopsi oleh perusahaan dan institusi keuangan guna memberikan dukungan lebih bagi perkembangan positif dari industri minyak sawit berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan posisi Indonesia secara global sebagai produsen terbesar dari minyak sawit berkelanjutan yang bersertifikatkan RSPO, kami melihat begitu pentingnya keterlibatan generasi muda Indonesia di dalam perjalanan keberlanjutan ini. Dimana mereka adalah generasi masa depan yang akan menjadi pemimpin di dalam pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” kata Tiur, kepada InfoSAWIT di Jakarta.

Kedepannya, program pendanaan berkelanjutan ini diharapkan dapat mengarahkan konsep pendanaan bagi sektor ekonomi yang strategis, yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional. Khususnya bagi industri kelapa sawit yang merupakan salah satu kontributor terpenting bagi ekonomi Indonesia.

Pada kompetisi ini, kelompok mahasiswa dri Universitas Prasetya Mulya keluar sebagai pemenang. Arief Ghani, perwakilan dari Universitas Prasetya Mulya, menuturkan, kompetisi ini telah memberikan perspektif baru tentang langkah-langkah yang dapat diambil dalam mensinergikan ilmu bisnis dengan aspek sosial dan lingkungan. “Kami berharap melalui inisiatif ini akan lebih banyak lagi mahasiswa yang terpapar dengan isu-isu yang sangat penting seperti isu berkelanjutan,” katanya.

Dalam final kompetisi ini terpilih 6 finalis yang diberikan panitia untuk memaparkan proposal mereka, sebebelum akhirnya dipilih tiga pemenang, dimana para finalis tersebut berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro.

Setelah melakukan pemaparan dan sesi tanya jawab dengan perwakilan juri yang berasal dari RSPO, Bank DBS Indonesia, dan BRI Agro, para pemenang dari kompetisi Sustainable Financing Business Model berhasil mendapatkan hadiah total sebesar 50 juta rupiah. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit