infosawit

Menangkal Resistensi Gulma di Perkebunan



Menangkal Resistensi Gulma di Perkebunan

InfoSAWIT, BOGOR - Seperti yang sudah diketahui, dalam mengendalikan gulma memang bisa dilakukan dengan berbagai cara semisal secara manual, kimiawi maupun biologikal. Namun dalam sektor pertanian  atau perkebunan komersial, yang lahannya sangat luas, maka penggunaan kimiawi dalam mengendalikan gulma lewat aplikasi herbisida menjadi mahfum.

Tentu saja dalam penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan gulma perlu dilakukan secara bijaksana dan sesuai pedoman anjuran yang sudah ditetapkan masing-masing produsen herbisida. Cara ini diyakini bakal berimbas positif pada pengendalian gulma.

Lain cerita jika aplikasi gulma itu dilakukan dengan cara yang kurang bijaksana sehingga bisa memicu terjadinya resistensi gulma. Sebab itu diperlukan upaya atau strategi pengelolaan resistensi gulma terhadap herbisisda.

Dikatakan Prof. Soekisman Tjitrosemito dari Weed Science Society of Indonesia , SEAMEO, Biotrop, terjadinya resistensi gulma diakibatkan penggunaan satu jenis herbisida secara terus menerus. Sebab itu disarankan untuk melakukan penggunaan herbisida alternatif. “Untuk mencegah terjadinya resitensi perlu dilakukan rotasi aplikasi herbisida,” kata Prof. Soekisman kepada InfoSAWIT, di Bogor.

Secara umum rotasi ini bisa dilakukan setiap setahun sekali, sehingga didapat pengendalian gulma secara maksimal. Untuk kasus resistensi gulma di Indonesia, Soekisman mencatat belum terjadi di Indonesia, namun proses memperlambat terjadinya resistensi perlu dilakukan semenjak saat ini, apalagi proses resistensi itu tejadi selama 20 tahun.

Sementara menurut penuturan Midzon LI Johannis dari PT Syngenta Indonesia, , penanggulangan gulma bisa juga dilakukan dengan menerapkan teknik Integrated Weed Management (IWM), teknik itu merupakan kombinasi beberapa cara pengendalian gulma, dengan dengan biaya yang paling ekonomis.

Hanya saja Midzon mengaris bawah, utamanya dalam penerapan aplikasi bahan kimia dalam pengendalian gulma, lewat penerapan aplikasi satu jenis herbisida lantaran efektif dan efisien, dalam jangka waktu menengah dan panjang bakal memicu terjadinya resistensi gulma. “Jika resitensi gulma terjadi maka beban ongkos dalam menanggulangi gulma akan semakin mahal, karena sulit dikendalikan,” katanya kepada InfoSAWIT. (T2)

 

Telah terbit pada Majalah InfoSAWIT edisi Februari 2016

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit