infosawit

Pasar Minyak Sawit Afrika dan Bangladesh Naik Tinggi, Lainnya Melorot



Pasar Minyak Sawit Afrika dan Bangladesh Naik Tinggi, Lainnya Melorot

InfoSAWit, JAKARTA - Pada Juli 2018 ini, tercatat pasar minyak sawit Afrika dan Bangladesh meningkat secara signifikan, peningkatan itu masing-masing sekitar 137% dan 86%. Padahal volume ekspor ke negara Afrika pada Juni lalu baru mampu mencapai 96,07 ribu ton, namun demikian pada Juli meningkat menjadi 227,63 ribu ton.

Peningkatan ini merupakan peningkatan yang cukup normal karena dipicu oleh harga minyak sawit yang sedang rendah dan rata-rata permintaan pada bulan-bulan sebelumnya ada pada kisaran 150 – 200 ribu ton per bulan. “Sementara Bangladesh juga mengikuti pola yang hampir sama dengan Afrika,” catat Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (28/8/2018).

Di sisi lain, beberapa negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia mengalami penurunan seperti Pakistan, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Pakistan pada Juli membukukan penurunan 20% impornya atau dari 215,29 ribu ton turun menjadi 171,20 ribu ton.

Biasanya pada saat harga minyak sawit murah Pakistan akan membeli sebanyak-banyaknya akan tetapi tidak untuk masa ini karena Pakistan sedang dilanda permasalahan ekonomi yang diambang krisis karena defisit neraca perdagangan yang sangat besar.

Sementara AS mengurangi impor minyak sawit karena stok kedelai yang tinggi. “Meskipun kekeringan melanda daerah penghasil rapeseed dan bunga matahari di Uni Eropa, negara Benua Biru ini tidak menaikan impor minyak sawitnya akan tetapi lebih membeli kedelai yang harganya juga sedang jatuh,” tandas Mukti. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit