infosawit

Asal Muasal Sawit di Jambi



Asal Muasal Sawit di Jambi

InfoSAWIT, JAKARTA - Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi, sudah dikembangkan sejak tahun 1980an silam. Keberadaan perusahaan perkebunan negara (PTPN VI) dan PT Indo Sawit Subur (Grup Asian Agri) merupakan pionir perusahaan perkebunan kelapa sawit yang bertumbuh di Provinsi Jambi. Perkembangan perusahaan perkebunan kelapa sawit bermula dari program pemerintah melalui pola Petani Inti-Rakyat (PIR) yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Dunia waktu lalu.

Tahun 1983 silam, perusahaan negara melalui PTPN VI membuka perkebunan kelapa sawit dengan pola PIR di daerah Sei Bahar, Bunut, SMK dan Tanjung Lebar. Seiring berjalan, perusahaan perkebunan kelapa sawit milik swasta juga melakukannya.

Salah satunya, pola PIR yang dilakukan PT Indo Sawit Subur, ketika pertama kali membuka perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. Tahun 1983 silam, melalui perizinan yang diberikan pemerintah untuk membuka perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi, Grup Asian Agri membuka perkebunan kelapa sawit dengan pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

Pola PIR merupakan pola perkebunan yang digagas pemerintah, untuk mengelola perkebunan termasuk perkebunan kelapa sawit melalui kerjasama perusahaan perkebunan sebagai Bapak angkat dan rakyat sebagai petani plasma yang dibina perusahaan perkebunan. Pembinaan perusahaan perkebunan dilakukan melalui dukungan dan pendampingan kebun plasma.

Dari informasi yang didapat InfoSAWIT, pola pembinaan perusahaan, biasanya dilakukan melalui kerjasama pengelolaan lahan masyarakat, dimana masyarakat yang mau terlibat bermitra dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pola kemitraan menggunakan dana perbankan, dimana perusahaan perkebunan akan menjadi avalis (penjamin) dana pinjaman dari perbankan, atas sejumlah dana kredit yang digunakan untuk membangun kebun sawit plasma milik petani.

Melalui kerjasama kemitraan perusahaan dengan petani ini, maka dibangunlah perkebunan kelapa sawit plasma milik petani kelapa sawit. Dimana pengelolaan budidaya, biasanya berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Ada individu petani, yang langsung terlibat proses budidaya sejak awal, ada pula yang keterlibatannya melalui pengurus kelompok tani atau pengurus koperasi petani. (T1)

 

Terbit pada majalah InfoSAWIT edisi Juli 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit