infosawit

Kebun Petani Sawit Swadaya Butuh Dukungan dari Pemerintah



Kebun Petani Sawit Swadaya Butuh Dukungan dari Pemerintah

InfoSAWIT, JAKARTA - Keberadaan minyak sawit yang kian membesar di pasar global sudah tentu akan menjadi primadona minyak nabati dunia. Diperkirakan, tahun 2018 ini produksi minyak sawit nasional akan meningkat sekitar 10% atau sebesar 46 juta ton. Peningkatan sebagian besar produksi minyak sawit mentah (CPO) tersebut berasal dari keberhasilan perkebunan kelapa sawit dalam meningkatkan produktivitasnya.

Produktivitas kelapa sawit memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kalangan perkebunan. Terjadi gap yang cukup besar antara kalangan perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit. Sebab itu, berbagai cara dan metode ditempuh untuk mengurai kesenjangan yang terjadi melalui berbagai pola, seperti kemitraan perusahaan perkebunan dengan petani kelapa sawit.

Pertumbuhan produktivitas setiap tahunnya secara nyata juga turut mendongkrak pertumbuhan produksi CPO secara nasional. Semisal, dengan kepemilikan lahan petani kelapa sawit di Indonesia yang mencapai lebih dari 4 juta hektar, jika mampu bertumbuh 0,5 ton saja, maka akan mampu menghasilkan pertumbuhan produksi CPO sebesar 2 juta ton setiap tahunnya.

Tentu saja, keberhasilan pertumbuhan produksi dari perkebunan kelapa sawit milik petani tidak bisa serta merta terjadi. Sebab itu, diperlukan kerjasama erat antara pemerintah, pengusaha perkebunan dengan petani kelapa sawit. Kerjasama erat itu sangat penting untuk dilakukan guna menerapkan praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan.

Praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan bisa dilakukan bila ada penerapan ilmu pengetahuan mengenai budidaya, yang dapat diaplikasikan bersama dengan penerapan teknologi pertanian. Kendati membutuhkan biaya yang relatif besar, petani kelapa sawit dapat melakukannya bersama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Dari penelusuran redaksi InfoSAWIT selama 10 tahun lebih di perkebunan kelapa sawit nasional, dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi, perkebunan kelapa sawit milik petani swadaya yang tersebar secara sporadis masih banyak membutuhkan dukungan dari pemerintah dan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Kebutuhan akan dukungan ini terjadi karena sebagian besar petani swadaya masih berjalan sebagai individu-individu dalam mengelola kebun sawit miliknya, sehingga dalam pengelolaannya membutuhkan biaya yang relatif lebih besar dibandingkan yang sudah berkelompok. Terlebih, bila dibandingkan perusahaan perkebunan kelapa sawit, maka biaya budidaya kebun sawit milik petani swadaya tergolong “mahal”. (T1)

Terbit pada Majalah InfoSAWIT edisi Januari 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit