infosawit

Pilih Intensifikasi Kembangkan Sawit, Hindari Merusak Hutan



Pilih Intensifikasi Kembangkan Sawit, Hindari Merusak Hutan

BALI – Guna menghindari kerusakan hutan (deforestasi), perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional sepakat untuk menerapkan pengembangan yang berbasis pada peningkatan produktivitas. Cara demikian harapannya produksi bisa maksimal tanpa harus mengganggu lingkungan. Komitmen tersebut tutur Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O. Widjaja, telah banyak diterapkan perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar di Indonesia.

Faktanya cara demikian tidak hanya diadopsi pihak perusahaan perkebunan swasta besar, tetapi juga ditularkan ke perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani plasma. Tidak hanya sampai situ, petani sawit swadaya pun tidak luput dari sasaran, terlebih tutur Franky, pemerintah semenjak akhir 2017 lalu telah meluncurkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). “Program PSR telah di launching oleh Presiden Jokowi mencakup lahan seluas 2,4 juta hektare. Itu bagus sekali, supaya produksi sawit mereka bisa naik 3 ton per hektare, alhasil ada tambahan 6 juta ton/tahun,” ujarnya disela pembukaan ICOPE 2018, di Nusa Dua, Bali, belum lama ini, yang dihadiri InfoSAWIT. Dengan adanya tambahan produksi maka kegiatan intensifikasi lewat peremajaan sawit inti-plasma dan program PSR dapat menekan pembukaan lahan hutan seluas 1 juta. “Sebab itu Kadin dan pemerintah mengajak semua stakeholders untuk berpartisipasi, peremajaan ini bisa ditingkatkan. Petani sejahtera, hemat lahan, produksi lahan, devisa nambah, serta bisa memenuhi ketahanan pangan dunia,” katanya. q T2


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit