infosawit

Mendag: Menguatkan Nilai Rupiah Salah Satunya Mendorong Perdagangan Minyak Sawit dengan LC



Mendag: Menguatkan Nilai Rupiah Salah Satunya Mendorong  Perdagangan Minyak Sawit dengan LC

InfoSAWIT, BANDUNG – Melemahnya tukar Rupiah saat ini, tutur Menteri Perdagangan, Enggartiarto Lukita, bukannya tanpa sebab. Pelemahan Rupiah terjadi akibat iklim investasi di Amerika Serikat dibuat semenarik mungkin dengan diterbitkannya keringanan pajak, hasilnya peredaran uang Dollar di dunia menyusut.

“Ini terjadi karena banyak uang dollar yang ditarik ke AS,” tutur Enggartiarto, dalam pertemuan dengan Media di Hotel El Royal, Bandung, Jumat (14/9/2018), yang dihadiri InfoSAWIT.

Sementara di Indonesia penyebab utama melorotnya nilai tukar Rupiah adalah akibat masih tingginya belanja untuk bahan bakar berbasis fosil. “Yang paling besar itu untuk pembelian minyak,” katanya.

Sebab itu ada upaya untuk mengembalikan nilai tukar Rupiah, salah satu caranya dengan melakukan berbagai pemberian insentif seperti pemberlakuan keringan pajak, lantas setiap perdagangan minyak sawit mentah (CPO) dengan sepenuhnya menggunakan Letter of Credit (LC).

Dimana dalam pembayarannya dilakukan pengendapan sekitar enam bulan dan harus dilakukan pada bank-bank Indonesia yang ada di luar negeri dan dikonversi ke mata uang rupiah. “Transaksi wajib dilakukan lewat perbankan asal Indonesia,” tandas Enggartiarto. (T2)

  

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit