infosawit

Delegasi Pemerintah Aceh Pelajari Solusi Pendanaan Konservasi untuk Kawasan Ekosistem Leuser



Delegasi Pemerintah Aceh Pelajari Solusi Pendanaan Konservasi untuk Kawasan Ekosistem Leuser

InfoSAWIT, VANCOUVER -  Beruang  di Kanada dan Orangutan Sumatra di Aceh kini bersaudara. Beruang berwarna putih yang dikenal sebagai beruang kermode  atau Spirit Bear, hidup di Kawasan Great Bear Rainforest, provinsi British Columbia, Canada

Dalam kunjungan ke Great Bear Rainforest, Provinsi British Columbia, Kanada, minggu lalu delegasi Pemerintah dan Dewan Perwakilan dari Aceh belajar mengenai opsi-opsi pembangunan ekonomi berbasis konservasi untuk bisa menyelamatkan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Model pendanaan konservasi yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi masyarakat telah diterapkan di Great Bear Rainforest sejak 2007 dan merupakan salah satu model finansial yang paling komprehensif dan berskala terbesar di dunia.

Keunggulan ekonomi Great Bear Rainforest bergantung pada perlindungan satwa langka, seperti, beruang hitam, beruang Grizzly, dan beruang bermode yang hidup di sana, bersama dengan srigala, dan berbagai jenis paus yang melewati perairan tersebut. Kawasan ekosistem Leuser merupakan tempat terakhir di dunia dimana orangutan, gajah, badak dan harimau masih tinggal bersama di alam. Perlindungan Kawasan Ekosistem Leuser memainkan peran penting untuk pembangunan ekonomi ke depan.

Para Delegasi Konservasi dan Pendanaan Hijau Aceh diundang oleh Canopy, sebuah organisasi nirlaba lingkungan internasional.  Delegasi ini terdiri dari para pemangku kebijakan politik di Aceh dan para ketua lembaga swadaya masyarakat di Aceh. Dalam kunjungan  5 hari tersebut, Menteri Koordinator Lingkungan dan Iklim,British Columbia, Kanada, Hon. George Heyman, para pemimpin First Nations, bersama dengan para eksekutif finansial, bisnis dan yayasan filantropi memberikan presentasi mengenai pendanaan konservasi (Green financing) dan peluang yang dapat dihasilkan untuk membangun ekonomi hijau lokal berskala besar. Delegasi yang diundang adalah Teuku Irwan Djohan (Wakil Ketua DPRA), Azhari (Kepala BAPPEDA ACEH), Mursil (Bupati Aceh Tamiang), Raidin Pinim (Bupati Aceh Tenggara) dan tim asistennya, Ahmad Ubaidi, Farwiza Farhan (Ketua Yayasan HAkA), Rudi Putra (Direktur FKL) dan Wahdi Azmi (Direktur ACCI – Aceh Program).

Pada akhir kunjungan , Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan mengatakan bahwa model ekonomi konservasi yang ada di Great Bear Rainforest, Kanada bisa menjadi fondasi atau model yang bisa dipakai untuk Aceh agar bisa mengembangkan masyarakat yang sejahtera sekaligus melindungi Kawasan Ekosistem Leuser. “Semangat saya bangkit untuk bekerja dengan kolega saya di Aceh untuk mencapai visi tersebut bersama dengan partner baru yang kami temui di Kanada,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Sementara tutur Direktur Eksekutif Leonardo Di Caprio Foundation, Justin Winters mengatakan, Kawasan Ekosistem Leuser adalah salah satu hutan hujan paling berharga di dunia dan mempunyai potensi untuk mendatangkan investasi hijau untuk pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat, perencanaan konservasi dan perlindungan skala besar yang ada di Great Bear Rainforest, Kanada. “Ada keinginan dari yayasan filantropi untuk mendukung kepemimpinan konservasi di lanskap sebesar Kawasan Ekosistem Leuser,” tandas dia. (T2)

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit