infosawit

Holding Perkebunan Genjot Ekspor Minyak Sawit dan Karet Hingga 2,9 Juta ton Pada 2019



Holding Perkebunan Genjot Ekspor Minyak Sawit dan Karet Hingga 2,9 Juta ton Pada 2019

InfoSAWIT, DUMAI – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Holding) terus menggenjot penjualan ekspor komoditi Crude Palm Oil (CPO) dan Karet pada tahun ini.  Di tengah menguatnya nilai tukar dollar AS, kegiatan ekspor ini akan menambah pendapatan perseroan dan membantu pemerintah dalam meningkatkan hasil devisa negara.

“Kita akan terus genjot kegiatan ekspor tahun ini dan tahun depan. Hal ini bisa membantu meningkatkan devisa negara dan untuk menguatkan posisi Indonesia di pasar CPO dunia,” kata Direktur Utama PTPN Holding Dolly P Pulungan dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut tutur Dolly, untuk tahun ini perseroan menargetkan ekspor sekitar 300.000 ton, sedangkan pada 2019 bisa mencapai 2,5 juta ton. Menurutnya, sangat disayangkan bila PTPN tidak memperlebar volume ekspornya, karena komoditas ini merupakan salah-satu penyumbang devisa terbesar Indonesia dimana tahun lalu memberikan kontribusi nilai ekspor yang sangat besar.

Sementara itu di Pelabuhan Dumai, Direktur Pemasaran PTPN Holding, Kadek K Laksana melepas pengapalan ekspor CPO menggunakan kapal MT Sea Star ke India sebanyak 13.000 ton dengan nilai ekspor sebesar US$ 6,85 juta melalui pelabuhan Dumai, Riau. Kadek menjelaskan, ekspor CPO ini berasal dari PTPN III sebanyak 8.500 ton dan PTPN V sebanyak 4.500 ton. Gencarnya kegiatan ekspor CPO ini menurutnya, merupakan program peningkatan ekspor untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan serta membantu pemerintah untuk meningkatkan penerimaan devisa.

Ia mengungkapkan realisasi ekspor CPO hingga September 2018 mencapai 150.000 ton atau meningkat 438% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Selain ekspor CPO, menurut Kadek, PTPN Holding melakukan peningkatan ekspor untuk produk turunan kelapa sawit seperti Palm Kernel Oil (PKO) dan Palm Kernel Meal (PKM) dengan membuka pasar-pasar baru seperti negara-negara Eropa dan Korea.  

Selain itu, Kadek mengungkapkan pada hari yang sama Perseroan juga melepas pengapalan ekspor karet menggunakan kapal MSC Pylos HE838R ke Rusia sebanyak 897 ton dengan nilai ekspor sebesar US$ 1,3 juta melalui pelabuhan Belawan, Sumatera Utara dengan jumlah 49 kontainer.  “Proses stuffing di mulai pada 13 September sampai tanggal 23 September,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk komoditi karet, target ekspor tahun ini sebesar 76.000 ton atau meningkat 21% dari realiasi tahun lalu. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit