infosawit

Kemendag Wajibkan Penerapan LC untuk Minyak Sawit



Kemendag Wajibkan Penerapan LC untuk Minyak Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA  - Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 94 Tahun 2018 tentang Ketentuan Penggunaan Letter of Credit (L/C) untuk Ekspor Barang Tertentu. Permendag ini diundangkan pada 7 September 2018 dan akan berlaku pada 7 Oktober 2018 mendatang.

"Penerbitan Permendag No. 94 Tahun 2018 ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat cadangan devisa negara di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi global. Ada empat sektor usaha yang diwajibkan menggunakan L/C, yaitu mineral, batu bara, kelapa sawit, minyak dan gas bumi," jelas Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dalam keterangan resmi kepadaInfoSAWIT, Senin (24/9/2018).

Kebijakan memperkuat cadangan devisa negara melalui L/C dengan penerbitan Permendag No. 94 Tahun 2018 ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) No 29 Tahun 2017, pasal 4, ayat (3) tentang Cara Pembayaran Barang dan Cara Penyerahan Barang dalam Kegiatan Ekspor dan Impor. Menteri Perdagangan diberi kewenangan mengatur cara pembayaran ekspor barang tertentu.

Permendag ini menetapkan pokok-pokok pengaturan, yaitu kewajiban pembayaran ekspor barang tertentu dengan L/C, kewajiban penggunaan bank devisa di dalam negeri atau lembaga pembiayaan ekspor yang dibentuk oleh pemerintah, kewajiban mencantumkan cara pembayaran L/C pada Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), kewajiban menyampaikan surat pernyataan bermaterai, kewajiban verifikasi oleh surveyor, serta kewajiban penyampaian laporan realisasi ekspor yang dilengkapi dengan harga final L/C.

Selain itu, juga diatur terkait penentuan harga, yaitu harga yang tercantum dalam L/C, paling rendah, sama dengan harga ekspor dunia. Bila tidak ada, maka harga yang digunakan akan ditetapkan oleh pemerintah/negara tujuan ekspor.

Pengawasan pembayaran L/C ini akan dilakukan oleh Menteri Perdagangan bersama Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan kementerian/lembaga terkait yang dikoordinasikan oleh Menteri Perdagangan.

Permendag ini juga mengatur penangguhan L/C. "Bagi kontrak yang sudah disepakati sebelum Permendag ini diterbitkan, maka dapat dilakukan penangguhan kontrak dengan ketentuan, adanya persetujuan dari Menteri Perdagangan,"tandas Enggartiasto. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit