infosawit

Tiga Langkah Cara Kurangi Stok Minyak Sawit Berlimpah



Tiga Langkah Cara Kurangi Stok Minyak Sawit Berlimpah

InfoSAWIT, JAKARTA – Meningkatnya produksi minyak sawit pada masa “peak season” pada penghujung tahun 2018, telah menyebabkan tangki-tangki timbun menjadi penuh. Terlebih upaya penyerapan minyak sawit domestik dengan menerapkan kebijakan mandatori biodiesel  sawit (B20) tidak  berjalan mulus. Akibat kejadian ini ada beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) tidak mampu mengolah TBS terutama yang berasal dari petani/pekebun.

Pada saat yang sama volume ekspor masih bertahan di level 3,2 juta ton per bulan dalam 2 bulan terakhir. Namun demikian ekspor ke beberapa negara tujuan belum dapat ditingkatkan lantaran muncul kebijakan menaikan tarif bea impor dan pasar di Afrika Timur masih belum dapat menerima minyak sawit  dalam  bentuk “bulk”, karena kurangnya fasilitas tangki-tangki timbun di beberapa negara  tersebut.

“Upaya-upaya pihak industri dan asosiasi berupa promosi dagang ke berbagai negara disamping kampanye-kampanye positif belum mampu menunjukkan peningkatan ekspor yang berarti,” catat Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia, (DMSI), Derom Bangun dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Sebab itu kata Derom, guna mengatasai situasi melimpahnya stok sawit Indonesia bisa dilakukan dengan tiga cara, pertama mempercepat pelaksanaan dan distribusi serta siapnya logistik dalam pelaksanaan B-20 di Indonesia

Lantas keduan, supaya bisa bersaing dengan produk sejenis dari Malaysia, diusulkan untuk menurunkan pungutan ekspor untuk RBD Olein dari US$ 30 menjadi US$ 20/Ton untuk jenis bulk, dan menurunkan dana pungutan minyak goreng (Olein) dalam kemasan < 25 kg diturunkan dari US$ 20 menjadi US$ 5/ton. “Pada saat yang bersamaan bea pungutan CPO dapat diturunkan dari US$ 50/ton,” tutur Derom.

Serta ketiga, lantaran harga solar dipasar global meningkat menjadi sekitar US$ 1,2/liter dan jauh diatas harga biodiesel Indonesia yang berada dikisaran 65-70 cent US$/liter, maka potensi biodiesel diekspor ke berbagai negara akan memungkinkan. “Sebab ituDMSI juga mengusulkan agar Dana Pungutan ekspor biodiesel juga dapat diturunkan dari US$ 20/ton menjadi US$ 5/ton,” tandas Derom. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit