infosawit

Minyak Sawit Berkelanjutan Solusi Pengurangan Tingkat Kemiskinan



Minyak Sawit Berkelanjutan Solusi Pengurangan Tingkat Kemiskinan

InfoSAWIT, JAKARTA - Sampai saat ini minyak sawit telah digunakan untuk lebih dari 400 produk dengan proses yang berbeda di seluruh dunia. Produksinya telah mengangkat jutaan keluarga keluar dari kemiskinan di Indonesia, dan dibanyak negara berkembang, seperti, di wilayah Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan. Hal ini juga memungkinkan Indonesia untuk bergerak lebih dekat ke pertemuan PBB terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada 2030.

Namun demkian, ada muncul tudingan negatif terhadap produk berbasis kelapa sawit, yang tampaknya ini lebih didorong oleh prasangka ideologis dan upaya perlindungan nasional terhadap produk alternatif dari negara-negara pengimpor. Tudingan itu dilakukan tanpa melalui bukti ilmiah dan pengakuan atas dasar prinsip-prinsip perdagangan dengan berdasarkan aturan main di Uni Eropa dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Tren dan pencapaian terbaru di lapangan menunjukkan bahwa solusi paling efektif untuk melindungi lingkungan, mendukung pembangunan sosial ekonomi masyarakat lokal, serta menjamin perdagangan yang adil di negara berkembang adalah dengan memastikan bahwa rantai produksi perkebunan kelapa sawit dikembangkan di bawah standar keberlanjutan yang diakui secara internasional.

Sebaliknya, pelarangan minyak sawit secara sepihak, seperti yang diusulkan oleh resolusi Parlemen Eropa, terlepas dari kondisi di mana kegiatan tersebut dikembangkan, telah mengkhawatirkan dengan berbagai alasan. Hal iniakan menimbulkan risiko geo-politik dan sosio-ekonomi. Ini juga bisa berpotensi mengguncang dan memunculkan faktor lain pada hubungan budaya Timur-Barat dan Utara-Selatan; penolakan atas kemajuan besar yang dibuat oleh negara-negara produsen utama hanya dalam beberapa tahun dan bersama-sama secara berani menuju pembangunan dan pertumbuhan yang berkelanjutan; akan ada potensi kebangkitan hambatan perdagangan nasional yang membahayakan aturan dan kemajuan WTO pada perdagangan bilateral dan perjanjian kemitraan yang lebih ambisius dengan Uni Eropa. (Luhut Binsar Pandjaitan /Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI)

 

Terbit pada Majalah InfoSAWIT edisi Agustus 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit