infosawit

Mendag Ajak Produsen Minyak Sawit Lawan Kampanye Hitam



Mendag Ajak Produsen Minyak Sawit Lawan Kampanye Hitam

InfoSAWIT, MADRID– Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita mengajak para produsen minyak kelapa sawit untuk bekerja sama melawan kampanye negatif di berbagai negara, khususnya di Uni Eropa. Hal ini disampaikan Mendag saat menjadi pembicara pada pertemuan Konferensi Minyak Kelapa Sawit Eropa (EPOAC) di Madrid, Spanyol, pada Kamis (4/10/2018) lalu.

Konferensi yang diinisiasi oleh European Palm Oil Aliance (EPOA) ini mengambil tema “How Sustainable Palm Oil Contributes to the UN Sustainable Development Goals”. Menurut Enggartiasto, produsen minyak kelapa sawit harus bersatu dan bekerja bersama dalam melawan kampanye negatif. Banyak persepsi keliru tentang sawit. Jika dibiarkan, sentimen negatif tersebut akan dianggap sebagai kebenaran.

“Oleh karena itu, perlu menggencarkan kampanye positif mengenai produk sawit, agar pemberitaan menjadi lebih berimbang dan masyarakat internasional lebih paham tentang peran sawit bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Enggartiasto, dalam keterangan resmi kepada InfoSAWIT belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, Mendag menginformasikan tentang perkembangan terkini mengenai kebijakan Moratorium Sawit yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo melalui Inpres No. 8/2018 dan diterbitkan tanggal 19 September 2018, Moratorium itumengatur Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit, serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

Lebih lanjut Enggartiasto menyampaikan, minyak kelapa sawit bukan komoditas biasa bagi Indonesia. Komoditas ini memainkan peranan penting dalam perekonomian dan menyediakan lapangan kerja untuk mengatasi kemiskinan. Selain itu, industri komoditas ini berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi 5,3 juta pekerja, dan memberikan penghidupan bagi 21 juta orang di Indonesia.

“Sejak pertengahan tahun 2000-an, ekspor minyak kelapa sawit telah menjadi sumber pendapatan penting bagi pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya ekspor komoditas ini, kampanye negatif tentang minyak kelapa sawit juga meningkat, terutama di negara-negara maju,” ungkap Enggartiasto.

Selain Mendag, pembicara pada konferasi ini, antara lain, Menteri Industri Utama Malaysia, Teresa Koh Sum Sim; Mantan Presiden Kolombia, Alvaro Uribe Velez; dan Plant Production and Protection Officer of The FAO Regional Office for Europe and Central Asia,Viliami Fakava. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit