infosawit

Cargill Dukung Pembiayaan Konservasi di Kalimantan Selama 25 Tahun Lewat Model SCCM



Direktur Corporate Affairs Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd., Colin Lee
Cargill Dukung Pembiayaan Konservasi di Kalimantan Selama 25 Tahun Lewat Model SCCM

InfoSAWIT, BALI – Belum lama ini Lestari Capital mengumumkan peluncuran sebuah mekanisme pembiayaan baru untuk mendorong konservasi jangka panjang melalui pasar komoditas global, dengan Cargill sebagai klien pertamanya. Terobosan ini diumumkan pada Forum Tri Hita Karana untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Model dampak Lestari Capital ini menjawab kebutuhan pembiayaan konservasi jangka panjang melalui kolaborasi dengan sektor keuangan, komoditas, dan ekonomi iklim. Sustainable Commodities Conservation Mechanism (SCCM) menjadi inti dari kemitraan ini, yang membiayai proyek-proyek selama periode waktu 25 tahun. SCCM memberikan pengawasan fidusia independen yang memastikan pembayaran atas dasar hasil nyata di lapangan, sehingga menjamin manfaat bagi masyarakat lokal dan terhadap iklim global serta keanekaragaman hayati.

Lestari Capital menyediakan model pembiayaan yang aman dan transparan untuk perusahaan-perusahaan komoditas agar dapat memenuhi komitmen keberlanjutannya, sesuai skim sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Perusahaan ini juga mengembangkan sumber-sumber pembiayaan konservasi dari berbagai sektor lain yang terus berubah dalam menghadapi tekanan konsumen dan industri, termasuk sektor energi, transportasi, dan teknologi.

Tutur CEO Lestari Kapital, Gabriel Eickhoff, pendirian perusahaan ini untuk mengatasi dua aspek kegagalan pasar. Pertama, tidak cukup banyak permintaan terhadap proyek konservasi berkualitas tinggi dan kedua, pasar komoditas global belum cukup menjaga sumber daya alam yang ada.

Transaksi awal Cargill melalui SCCM akan membiayai operasi konservasi 25 tahun untuk sebuah proyek kehutanan masyarakat di jantung Kalimantan, yang akan mendukung anggota masyarakat untuk melindungi hutan dan berinvestasi ke dalam pencaharian baru seperti ekowisata dan produk hasil hutan.

Direktur Corporate Affairs Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd., Colin Lee, mengungkapkan, bermitra dengan Lestari Capital ialah guna merancang suatu mekanisme yang dapat memenuhi kebutuhan kami sebagai anggota RSPO.  “Sehingga dapat menjamin bahwa komitmen pembiayaan kami untuk konservasi keanekaragaman hayati dan restorasi lanskap dikelola secara bertanggung jawab dan dapat bertahan lama," katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama  ini.

Lebi lanjut kata Colin Lee, pihaknya sangat mendukung upaya masyarakat Desa Nanga Lauk dalam melindungi keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem yang vital bagi pencaharian mereka. “Saya berharap komitmen kami dapat mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk menjadikan konservasi dan restorasi sebagai bagian dari operasi harian mereka," tandas dia. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit