infosawit

Keterlibatan NGO Perkuat ISPO Sawit



Keterlibatan NGO Perkuat ISPO  Sawit

InfoSAWIT, NUSA DUA - Dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Menko Perekonomian Republik Indonesia, Musdhalifah Machmud, untuk  membuktikan kontribusi Indonesia dalam pengembangan kualitas lingkungan hidup, ekonomi dan sosial, peningkatkan tingkat penerimaan dan daya saing baik di pasar domestik maupun internasional. Dilakukan upaya penguatan kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan dukungan beragam stakeholder termasuk Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM).

Kata Musdhalifah, ISPO akan diatur dalam peraturan presiden. Sistem yang dapat menunjukkan keberlanjutan manajemen dari masyarakat ke industri juga terus ditingkatkan.

Terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs),  ada 4 aspek  serta 8 prinsip dan kriteria ISPO, diantaranya  aspek legal, ekonomi, sosial dan budaya, serta lingkungan hidup.

Sementara kedelapan kriteria yang diukur adalah legalitas usaha perkebunan, manajemen perkebunan, perlindungan dan pemanfaatan hutan dan lahan gambut, manajemen dan pengawasan lingkungan hidup, pertanggungjawaban terhadap buruh, tanggung jawab sosial dan memberdayakan perekonomian komunitas, peningkatan keberlanjutan bisnis, serta pelacakan rantai pasokan. “Ke delapan prinsip tersebut berkontribusi kepada pemenuhan target SDGs,” ujarnya, dalam acara 14th Indonesia Palm Oil Conference di Nusa Dua, Bali, yang dihadiri InfoSAWIT.

Sementara dikatakan, Ketua Sekretariat ISPO, Aziz Hidayat, menyampaikan bahwa kebijakan standarisasi ISPO merupakan kebijakan yang mendukung percepatan agenda SDGs di tahun 2030.

Beberapa poin itu diantaranya; mengangkat seluruh masyarakat dunia keluar dari zona kemiskinan dan kelaparan; meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan; keterjangkauan dan clean energi; pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi; industri, inovasi, dan infrastruktur; mereduksi ketimpangan sosial; bertanggungjawab terhadap aktivitas konsumsi dan produksi; climate action; serta partnership dan kolaborasi dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Pada kesempatan itu, Azis juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, ISPO telah memiliki 15 badan sertifikasi dengan jumlah Auditor ISPO mencapai 1.470 orang. Berdasarkan data statistik, sepanjang tahun 2013-2018 total perusahaan dan petani yang telah melakukan sertifikasi ISPO telah mencapai 413 yang meliputi 407 sertifikasi perusahaan, 3 petani plasma, dan 3 petani mandiri. (T2)

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit