infosawit

Skim Minyak Sawit Berkelanjutan (RSPO) Merubah Budaya Petani Swadaya



Skim Minyak Sawit Berkelanjutan (RSPO) Merubah Budaya Petani Swadaya

InfoSAWIT, JAKARTA - Lubuk Larangan adalah Lubuk-lubuk yang dilindungi dari praktek penangkapan ikan melalui kesepakatan bersama di dalam desa dengan spot-spot yang telah disepakati dalam jangka waktu tertentu. Jika tiba waktunya, maka Lubuk Larangan akan dibuka dan dipanen secara bersama-sama, tentu saja proses pemanenan ikannya dilakukan dengan cara berkelanjutan, dimana tidak semua ikan akan dipanen, hanya ikan yang memiliki ukuran tertentu saja yang akan dipanen.

Pada awal diinisiasi, seluruh masyarakat tidak yakin jika Lubuk Larangan dapat bertahan lama, karena beberapa masyarakat suka menggunakan “Tubo” untuk menangkap ikan disungai, bahkan ada juga yang menggunakan setrum menggunakan mesin diesel. Namun kesungguhan Kepala Desa beserta perangkat desa, serta pihak Kecamatan Renah Mendaluh dalam mensosialisasikan pentingnya Lubuk Larangan, pada akhirnya bisa berbuah manis. Lantaran saat ini, Lubuk Larangan telah menjadi ikon wisata di ketiga desa tersebut.

Inisiatif Lubuk Larangan tidak saja memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat didesa-desa yang memiliki Lubuk Larangan, namun juga memberi manfaat bagi desa-desa yang berada di hilirnya yang tidak memiliki Lubuk Larangan, dimana ikan-ikan yang hidup di sungai kini aman dari ancaman racun, masyarakat dengan mudah mendapatkan ikan untuk kebutuhan keluarganya.

Lubuk Larangan mungkin tidak akan hadir secepat ini, atau mungkin tidak akan pernah ada jika petani-petani sawit swadaya diwilayah ini tidak mengimplementasikan minyak sawit berkelanjutan melalui sertifikasi RSPO.  (Rukaiyah Rafik /Direktur Yayasan Setara Jambi)

 

Terbit pada Majalah InfoSAWIT cetak Edisi September 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit