infosawit

Sampai Akhir 2018 Serapan Biodiesel Sawit Bakal Bertambah 940 Ribu ton Dari Target



Sampai Akhir 2018 Serapan Biodiesel Sawit Bakal Bertambah 940 Ribu ton Dari Target

InfoSAWIT, JAKARTA - Pada awal September 2018 pemerintah telah mengeluarkan regulasi perluasan mandatori penggunaan campuran biodiesel sawit sebanyak 20% ke minyak solar (B20). Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk bahan bakar dalam Public Service Obligation (PSO), tetapi juga untuk yang non-PSO

Dari laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), perluasan mandatori B20 ini sudah mulai menunjukkan kenaikkan yang cukup signifikan penyerapan biodiesel di dalam negeri. Pada September penyerapan biodiesel mencapai 402 ribu ton atau naik 39% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 290 ribu ton.

Kendati demikian kata Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, penyerapan belum meningkat sesuai dengan target karena masih terkendala infrastruktur dimana titik penyebaran pengiriman biofuel sangat tersebar dan juga tidak dilengkapi dengan tanki penimbunan yang memadai. “Diperkiraan sampai pada akhir tahun 2018 penyerapan biodiesel di dalam negeri akan bertambah 940 ribu ton dari target awal, yang berasal dari penggunaan B20 non-PSO,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (7/11/2018).

Sementara itu realisasi purchase order (PO) Pertamina untuk mandatori B20 secara keseluruhan sampai pada September 2018 termasuk PSO dan non-PSO telah mencapai 74% dari target.

Di sisi harga, sepanjang September 2018 harga bergerak di kisaran US$ 517.50 – US$ 570 per metrik ton, dengan harga rata-rata US$ 546.90 per metrik ton. Ini merupakan harga terendah yang dibukukan sejak Januari 2016 lalu. Harga CPO global terus tertekan karena harga minyak nabati lain yang sedang jatuh khususnya kedelai dan stok minyak sawit yang cukup melimpah di Indonesia dan Malaysia. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit