infosawit

Korindo Bantah Pengelolaan Sawit Tidak Ramah Lingkungan



Korindo Bantah Pengelolaan Sawit Tidak Ramah Lingkungan

InfoSAWIT, JAKARTA – Munculnya tudingan pengelolaan tidak ramah lingkungan yang dilakukan Korindo Group oleh Rainforest Action Network (RAN) dan Transformasi untuk Indonesia (TuK), pada 12 November 2018 lalu ditanggapi pihak perusahaan.

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (14/11/2018), pihak Korindo Group menyayangkan adanya tuduhan tersebut, diantaranya operasional usaha bisnis yang dilakukan Korindo Group di wilayah Halmahera sejak akhir tahun 2011 adalah semata ingin turut berkontribusi dalam pembangunan daerah di wilayah Halmahera khususnya, dan Provinsi Maluku Utara pada umumnya, sesuai dengan program pemerintah Indonesia melalui Nawa Cita yaitu dengan membangun dari daerah pinggiran.

Lantas, Korindo mengkaim, tidak pernah menggunakan kayu ilegal. Tidak mungkin bagi Korindo untuk menggunakan kayu ilegal. Karena ada pemblokiran sistematis ekspor kayu lapis jika perusahaan tidak melaporkan bahan baku resmi melalui sistem online.

Seluruh kayu dan pemasok kayu Korindo bersertifikat Sistem Legalitas Verifikasi Kayu (SVLK) yang sesuai dengan peraturan SVLK Indonesia dalam Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Nomor P.30/Menlhk/Setjen/PHPL.3/3/2016 Pasal 9(1), bahwa semua produsen kayu harus memiliki sertifikat untuk mematuhi skema SVLK.

“SVLK adalah sistem yang menjadi kebanggaan Indonesia, yang telah diverifikasi oleh lembaga pemerintah Uni Eropa dan sudah diakui kredibilitasnya,” catat pihak Korindo,

Lantas perusahaan juga berkomitmen pada aturan dan hukum di Indonesia. Di bidang perkebunan kelapa sawit, Korindo hanya membangun kebun kelapa sawit di areal APL (Area Penggunaan Lain) yang ditetapkan Pemerintah Indonesia untuk dikembangan dan beroperasi sesuai dengan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Sementara dalam proses pembukaan lahan, Korindo melakukan dengan cara mekanis dan tidak melakukan perusakan lingkungan dengan pembakaran hutan. Tuduhan bahwa Korindo melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran adalah salah.

“Hal ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara dalam surat nomor 522.1/110/206 tertanggal 16 Februari 2016 yang menyatakan bahwa tidak ditemukan pembukaan/pembersihan lahan oleh perusahaan dengan cara dibakar,” tandas pihak Korindo. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit