infosawit

Sawit Berkelanjutan Mesti Menarik Secara Ekonomi



Sawit Berkelanjutan Mesti Menarik Secara Ekonomi

InfoSAWIT, KOTA KINABALU – Penerapan pengelolaan budidaya kelapa sawit berkelanjutan secara mendasar harus sesuai dengan profit, people dan planet (3P), lantas ada jaminan bahwa yang menerapkan praktik sawit berkelanjutan harus baik kondisinya. “Mereka harus dilindungi, sebab tanpa ada jaminan yang baik maka mereka tidak akan tertarik, jika tidak ada memanfat ekonomi maka perlindungan lingkungan sekitar akan menjadi percuma,” kata Direktur Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Tiur Rumondang, kepada InfoSAWIT, Rabu (14/11/2018) di Kota Kinabalu.

Lebih lanjut kata Tiur, contoh yang paling mudah adalah untuk mempertahakan konsep sawit berkelanjutan, maka produk sawit berkelanjutan harus ada pembeli sehingga ada skala ekonomi. Dengan cara demikian maka perlu ada sharing tanggung jawab bagi semua sektor yang menjadi anggota RSPO.

Harapannya semua aktor  di RSPO ikut bertanggung jawab untuk menumbuhkan praktik sawit berkelanjutan. “Untuk harga kita serahkan ke mekanisme pasar, namun kita harus tetap melakukan edukasi terhadap pasar,” katanya.

Dalam prinsip dan kriteria (P&C) yang baru diberikan masukan mengenai dampak pengaduan (grievance). “Misalnya untuk sektor lingkungan bisa untuk mengurangi dampak negatif, tetapi pada isu sosial bisa meningkatkan dampak positifnya,” kata Tiur.

Hanya saja  untuk memberikan kepastian setiap sektor yang menjadi anggota di RSPO ikut bertanggunga jawab dalam mempertahankan penerapan praktik berkelanjutan, belum memunculkan sanksi tetapi lebih kepada penerapan time bond plan. “Konsepnya masih dalam proses pengembangan,” tandas Tiur. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit