infosawit

P&C RSPO Sawit 2018 Adopsi 4 Kesepakatan Baru



P&C RSPO Sawit 2018 Adopsi 4 Kesepakatan Baru

InfoSAWIT, KOTA KINABALU – Dalam kegiatan Annual Meeting Roundtabel on Sustainable Palm Oil (RSPO) ke 16 di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, pada General Assembly (GA) ke 15, para anggota RSPO sepakat untuk menerapkan Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO versi 2018, yang mana dalam kebijakan ini bakal mengadopsi tujuan bersama untuk memperkuat pembangunan sosial, perlindungan lingkungan, dan kemakmuran ekonomi di seluruh rantai nilai minyak sawit berkelanjutan.

RSPO tercatat telah memiliki keanggotan sebanyak lebih dari 4000 anggota di seluruh dunia, dari rangkaian kegiatan tersebut terdapat catatan penting dari hasil GA 15, dimana semua pihak memutuskan untuk memasukan 4 kebijakan penting, diantaranya, menghentikan deforestasi, melindungi lahan gambut, dan memperkuat hak asasi manusia serta tenaga kerja.

Proses peninjauan kolaboratif dan multi-pihak, telah diluncurkan semenjak Maret 2017 hingga Oktober 2018 dan menerima hampir 11.500 komentar dari  para pemangku kepentingan secara individu ditindaklanjuti, diratifikasi, dan di-voting pada Kamis (15/11/2018) dalam Majelis Umum RSPO.

Proses peninjauan ini juga menghasilkan pengembangan selanjutnya dari standar tambahan dan terpisah khusus untuk pekebun sawit swadaya, yang akan diratifikasi pada November 2019.

Chief Executive Officer RSPO, Datuk Darrel Webber, menyambut baik disahkannya standar P&C versi 2018 secara konsensus, menyusul adanya beberapa kebijakan yang mengadopsi beberapa elemen baru, semisal tidak ada deforestasi melalui penerapan Pendekatan Stok Karbon Tinggi.

“Hari ini, kami mendukung agenda universal, transformatif, dan terintegrasi, yang dimaksudkan untuk memperkuat transparansi dan inklusivitas dalam sistem RSPO, meningkatkan penerapan standar RSPO, meningkatkan serapan pasar minyak sawit berkelanjutan melalui tanggung jawab bersama, dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi kami visi bersama transformasi pasar,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (15/11/2018).

Lebih lanjut kata Darrel, P&C yang baru ini melampaui beberapa proses peninjauan, semisal adanya dua konsultasi publik selama 60 hari, lantas 18 acara tatap muka di 13 negara, enam pertemuan Satuan Tugas (Taskforce), dan partisipasi masyarakat sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya - menjadikannya sebagai tinjauan paling inklusif.

Dengan demikian P&C 2018 akan segera mulai berlaku, dan diberikan waktu bagi seluruh anggota RSPO untuk bisa menerapkan P&C 2018 ini selama kurun waktu dua tahun. Penerapan P&C RSPO ini juga akan ditinjau setiap lima tahun mengacu pada International Social and Environmental Accreditation and Labelling Alliance (ISEAL), sebuah asosiasi keanggotaan global untuk standar keberlanjutan yang kredibel. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit