infosawit

Untung Rugi Mekanisasi di Perkebunan Kelapa Sawit



Untung Rugi Mekanisasi di Perkebunan Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA  - Industri perkebunan kelapa sawit memang tidak bisa disamakan dengan industri manufaktur. Selain berbeda dari cara pegembangan juga tempat lokasi operasi perusahaan, kebanyakan lokasi perkebunan kelapa sawit rata-rata berada di daerah pelosok (remote area), menyusul pemenuhan tenaga kerja menjadi isu yang sangat penting.

Sebelum terjadi di Indonesia, Malaysia sebagai produsen kedua minyak sawit mentah (CPO) di dunia telah terlebih dahulu merasakan sulitnya memperoleh tenaga kerja lapangan untuk sektor perkebunan kelapa sawit.

Bahkan di negeri Jiran, isu pekerja ini terus bergulir, dikatakan Ketua Asosiasi Pemilik Perumahan Malaysia (MEOA), Jeffrey Ong, dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit butuh pasokan tenaga kerja dari luar negeri alasannya para pekerja lokal tidak lagi mau bekerja di sektor yang  Dirty (kotor), Demean (merendahkan), Dangerous (berbahaya) dan Difficult (sulit) atau dikenal prinsip 4D.

Sementara dari catatan Malaysian Palm Oil Board (MPOB), masalah tenaga kerja di Malaysia telah terjadi semenjak periode 1980 an, bahkan di beberapa wilayah sentra perkebunan kelapa sawit di Malaysia membutuhkan tenaga kerja tidak sedikit. Seperti di wilayah Sarawak, pemerintah setempat harus merugi, lantaran mesti menyediakan dana sekitar RM 1 miliar setiap tahunnya guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebuna kelapa sawit.

Di Sewarak kebutuhan tenaga kerja perkebunan mencapai sekitar 30 ribu orang, khususnya untuk tenaga pemanen Tandan Buah Segar (TBS) sawit, tenaga pemeliharaan seperti untuk pekerjaan memangkas pelepah kelapa sawit (pruning) dan membersihkan gulma (weeding).

Di Sarawak, luas perkebunan kelapa sawit sekitar 1,4 juta ha, dengan jumlah tenaga kerja diberbagai bidang mencapai 103.095 orang, dimana sebanyak 78% di penuhi tenaga kerja dari luar negeri, dan sekitar 22% berasal dari Malaysia.

Lantas bagaimana dengan kondisi kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia? Rupanya kondisi yang dialami Negeri Jiran, bukan hal yang tidak mungkin akan dirasakan pula oleh sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, apalagi untuk beberapa wilayah sentra perkebunan kelapa sawit nasional saat ini mulai kesulitan mencari tenaga lapangan khususnya pemanen. (T2)

 

Terbit pada majalah InfoSAWIT Cetak Edisi September 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit