infosawit

BERAGAM TANTANGAN PLANTERS MILENIAL



BERAGAM TANTANGAN PLANTERS MILENIAL

Seiring dengan perubahan jaman dan kian berkembangnya teknologi dalam membantu pekerjaan manusia, membuat generasi planter jaman sekarang atau istilah kerennya “jaman now”, memiliki pola kerja yang berbeda. Sayangnya perbedaan ini kerap dipandang sebagai kelemahan. Sementara pengembangan dan pemeliharaan perkebunan kelapa sawit tetap terus berjalan.

Kendati perkebunan kelapa sawit saat ini dihadapkan dengan beragam ganjalan, dari isu deforestasi, kebakaran lahan dan hutan, lingkungan, status lahan hingga perubahan iklim, faktanya pengembangan perkebunan  kelapa sawit terus berjalan.

Permintaan pasokan minyak nabati di dunia pun tetap ada, bahkan terus meningkat seiring dengan melonjakya populasi global. Catatan Oil World, untuk periode 2017/2018 konsumsi dari 17 komoditas minyak dan lemak dunia telah mencapai 226,2 juta ton, atau naik sekitar 37% bila dibandingkan konsumsi minyak dan lemak pada periode 1991/1992 yang baru mencapai 83,5 juta ton.

Dimana pangsa pasar minyak sawit mentah (CPO) dari 17 komoditi minyak nabati mencapai 31,2% dari pasar global, lebih unggul dibanding pasar minyak kedelai yang hanya mencapai 24,3%.

Masih merujuk catatan Oil World, pertumbuhan permintaan minyak nabati terus tumbuh sekitar 5 juta ton setiap tahun, sementara pertumbuhan produksi minyak nabati rata-rata sekitar 2,3 juta ton setiap tahun.

Jelas, bila pertumbuhan produksi tidak terjaga maka kedepan dikhawatirkan bakal ada defisit pasokan. Sebab itu performa perkebunan kelapa sawit Indonesia yang memiliki  kontribusi terhadap produksi minyak sawit dunia sebanyak 54%, harus tetap terjaga dengan baik.

Sebab itu dibutuhkan peran planter yang profesional guna menjaga kualitas kinerja perkebunan kelapa sawit. Sayangnya, semakin hari pemenuhan pasokan planter bukan perkara mudah. Bahkan kejadian bajak membajak pekerja perkebun menjadi hal yang lumrah.

Kendati demikian cara tersebut bukanlah cara yang tepat dalam memperoleh para planter guna mendukung peningkatan kinerja perkebunan, utamanya di sektor perkebunan kelapa sawit. 

Keprihatinan lainnnya,  untuk beberapa perguruan tinggi mulai jarang membuka jurusan untuk studi pertanian dan perkebunan. Kendati demikian, ada beberapa perguruan tinggi yang sudah mulai membuka program studi khusus untuk perkebunan kelapa sawit dan mencetak lulusan yang memasok kebutuhan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit.

Namun sanyangnya masih bisa dihitung dengan jari. Bila dibandingkan dengan potensi pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, masih dibutuhkan banyak sekali perguruan tinggi untuk membuka studi khusus untuk sektor perkebunan kelapa sawit.

Patut pula menjadi perhatian, para mahasiswa calon planter yang menimba ilmu di beberapa perguruan tinggi kini menghadapi situasi yang sulit. Lantaran, cara . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit