infosawit

MENUJU PENGGUNAAN SATU DATA PERKEBUNAN



MENUJU PENGGUNAAN SATU DATA PERKEBUNAN

Guna mendapatkan pendataan pekebun sawit yang sahih, Kementerian Pertanian mendorong penggunaan Satu Data Perkebunan. Caranya menyatukan data yang tersebar dalam satu Sistem Database dan terintegrasi dalam Sistem Informasi Perkebunan (SISBUN), yang merupakan rumah besar seluruh data terkait perkebunan di Indonesia.   

Dalam rangka tata kelola menuju satu data perkebunan nasional, Direktorat Jenderal Perkebunan (DitjenBun) Kementerian Pertanian, telah mengembangkan sistem database Pekebun yang terintegrasi dengan sistem Informasi Perkebunan.

Data perkebunan yang utuh dan terintegrasi ini akan mempercepat pencapaian berbagai program pemerintah dalam mendukung perbaikan tata kelola perkebunan kelapa sawit, misalnya untuk penerbitan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STD-B), peremajaan tanaman (peremajaan kelapa sawit pekebun atau PKSP) dan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dalam informasi yang didapat InfoSAWIT, Senin (12/9/2018), untuk tahap awal data yang dihimpun adalah data pekebun kelapa sawit disesuaikan dengan rencana dan strategi DitjenBun 2015-2019, dimana kelapa sawit merupakan komoditas prioritas yan dikembangkan dan dilaksanakan melalui pengembangan kelapa sawit berkelanjutan.

Saat ini melalui program Inisiatif Kelapa Sawit Berkelanjutan (SPOI) yang merupakan kerjasama antara DitjenBun an United Nation Development Program (UNDP) telah dipetakan berbagai inisiatif yang dilaksanakan oleh berbagai organisasi/lembaga dan perusahaan swasta termasuk pendataan pekebun kelapa sawit di Indonesia. Tercatat sekitar 31 ribu data pekebun tersebut masih tersebar di berbagai organisai/lembaga dan perusahaan di Indonesia.

Guna mengkonsolidasikan data-data tersebut dan memastikan berbagai inisiatif para pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk mendukung program-program priorotas pemerintah, maka dengan arahan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dibentuklah Taskforce Database Pekebun.

Masih dari informasi yang didapat InfoSAWIT, Taskforce ini berada dibawah koordinasi Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan serta Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan, beranggaotakan SPOI UNDP, Yayasan Inovasi Bumi (Inobu), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan Yayasan Institut Sumber Daya Dunia (WRI).

Taskforce database ini tercatat telah berhasil mengembangkan Sistem Database Pekebun dengan format minimum sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan  No. 105/2018 tentang Pedoman Penerbitan STDB dan syarat PKSP. Format data minimum ini akan digunakan oleh berbagai pihak untuk mengkonsolidasikan data pekebunnya.

Sistem Database Pekebun yang pengembangannya didukung oleh Yayasan Inovasi Bumi ini telah terintegrasi dengan aplikasi e-STDB yang akan memfasilitasi pekebun di seluruh Indonesia untuk mengajukan STDB secara online, cepat dan tanpa dipungut biaya.

Diharapkan dengan sistem database pekebun ini data pekebun yang masih tersebar diberbagai organisasi/lembaga/perusahaan swasta dapat dikonsolidasik


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit