infosawit

Sektor Sawit di Indonesia Belum Didukung Big Data



Sektor Sawit di Indonesia Belum Didukung Big Data

InfoSAWIT, BALI - Munculnya nya opini negatif tentang kelapa sawit salah satunya disebabkan oleh minimnya informasi data. Karena itu big data yang melibatkan ratusan ribu responden menjadi penting. Banyak sekali data resmi yang bisa dieksplorasi.

“Contohnya, dari Geospatial Data. Banyak yang bisa dipelajari seperti zona penanaman. Dari data Socio-Economic juga bisa didapat data pendapatan rumah tangga serta informasi demografis dan migrasi. Pengukuran data dari media sosial yang dilakukan Yu Leng menunjukkan banyak pandangan negatif. Banyak upaya mengubah opini publik untuk perkebunan sawit,” jelas Yu Leng Khor dari KHOR Reports Data & Maps Singapura, dalam sebuah diskusi yang dihadiri InfoSAWIT.

Lebih lanjut, Yu Leng mengungkapkan, sektor kelapa sawit Indonesia masih belum memiliki banyak data. Berbeda dengan yang dilakukan Brazil, salah satu negara di Amerika Selatan ini telah memiliki data yang cukup lengkap seperti untuk produksi ternak. Brasil punya data penurunan produksi dari 70% ke 30%. Di Sabah, Malaysia, pemakaian data yang tepat memungkinkan pengguna mendapatkan titik-titik penanaman baru. (T2)

Terbit pada Majalah InfoSAWIT edisi Cetak September 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit