infosawit

Perusahaan Sawit Wilmar Mengutuk Aksi Publisitas Berbahaya Greenpeace



Perusahaan Sawit Wilmar Mengutuk Aksi Publisitas Berbahaya Greenpeace

InfoSAWIT, SINGAPURA - Wilmar International Limited (Wilmar) sangat kecewa karena Greenpeace memilih untuk melanjutkan taktik yang didorong publisitas daripada bekerja secara konstruktif dengan para pemangku kepentingan industri kelapa sawit, termasuk Wilmar.

Protes Greenpeace di atas kapal tanker di lepas pantai Spanyol menuju Rotterdam pada hari Sabtu, 17 November 2018 kemarin tidak hanya ditujukan ke Wilmar tetapi juga seluruh industri kelapa sawit. Tindakan aksi di perairan internasional tidak hanya membahayakan awak kapal, tetapi juga para pengunjuk rasa sendiri.

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (19/11/2018), Kapal tanker tersebut tidak hanya memuat minyak sawit yang dimiliki oleh Wilmar, lantaran hanya sebagian minyak sawit yang menjadi milik Wilmar.

Dengan menyebut minyak kelapa sawit "kotor", Greenpeace mengabaikan fakta bahwa tidak ada komoditas pertanian lain yang mencapai lebih dari minyak sawit dalam kemajuan dan kontribusi untuk keberlanjutan termasuk mitigasi deforestasi.

Greenpeace juga dianggap telah gagal untuk mengakui bahwa kelapa sawit adalah tanaman minyak yang paling produktif dan serbaguna di dunia, menghasilkan minyak lima kali lebih banyak per hektar per tahun daripada tanaman minyak paling produktif berikutnya, rapeseed, dan hingga 10 kali lebih banyak minyak per hektar setiap tahunnya dari kedelai1. “Penargetan yang tidak adil terhadap industri minyak sawit dapat mengakibatkan lebih banyak deforestasi global untuk sumber minyak nabati lainnya,” catat Sustainability Communications, Wilmar, Ravin Trapshah.

Sementara di bidang sosio-ekonomi, minyak kelapa sawit telah berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan di negara-negara berkembang di mana ia tumbuh melalui penciptaan lapangan kerja dan infrastruktur seperti sekolah dan klinik untuk masyarakat pedesaan.

Pihak Wilmar telah berulang kali meminta Greenpeace untuk bekerjasama dengan industri minyak sawit dalam mencari solusi pragmatis terhadap tantangan berat yang masih dihadapi industri.

“Kami memiliki cara yang paling transparan untuk berbagi rencana aksi kami dengan Greenpeace. Namun, kami terus melihat Greenpeace menggunakan taktik bullying dan menakut-nakuti, sementara menolak untuk terlibat secara aktif dengan industri kelapa sawit,” katanya.

Lebih lanjut tutur Ravin Trapshah, jika niatnya benar-benar untuk membuat minyak sawit berkelanjutan, pihak Wilmar mendesak Greenpeace untuk bergabung dan mendukung industri dalam mengambil tindakan nyata dan membuat perbedaan nyata.

“Sebagai salah satu pemain utama, Wilmar akan terus menjadi pelopor dalam keberlanjutan dan melakukan bagiannya dalam transformasi industri, termasuk bagi para petani yang lebih rentan terkena dampak,”kata Ravin Trapshah.

Pihak Wilmar juga mendesak pemerintah negara produsen minyak sawit dan semua pemangku kepentingan yang terlibat untuk mengambil tindakan kolaboratif secara kolektif, sehingga industri kelapa sawit dapat bergerak maju menuju yang berkelanjutan sepenuhnya. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit