infosawit

Minyak Goreng Sawit Curah Bakal Dihilangkan Dari Pasar



Minyak Goreng Sawit Curah Bakal Dihilangkan Dari Pasar

InfoSAWIT, BANDUNG - Pada pertengahan Agustus 2018 lalu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengapresiasi langkah PT Pindad (persero) yang telah menciptakan mesin pengisi Anjungan Minyak Goreng Higienis Otomatis (AMH-O).

Dikatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dengan adanya mesin ini, harapannya masyarakat akan lebih mudah dalam mendapatkan minyak goreng higienis, dan sehat dengan harga yang terjangkau. “Termasuk sebagai salah satu upaya mempercepat pencapaian target minyak goreng wajib kemasan pada tahun 2020,” katanya dalam peluncuran AMH-O di kantor PT. Pindad Bandung, Jawa Barat, yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini.

Sejatinya semenjak tahun 2017 lalu, Kemendag telah memberlakukan kebijakan minyak goreng wajib kemasan untuk memenuhi hak konsumen dalam menjaga mutu dan higienitas produk pangan. Sealigus untuk mendukung SNI Minyak Goreng Sawit yang akan diberlakukan wajib oleh Kementerian Perindustrian per 31 Desember 2018.

Sayangnya, pemberlakuan kebijakan ini telah dievaluasi kembali lantaran adanya permintaan dari produsen yang menyampaikan bahwa jumlah industri pengemasan minyak goreng nasional masih terbatas dan memerlukan waktu untuk menumbuhkan industri pengemas di daerah.

Untuk itu, Pemerintah memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pengemasan dalam rangka kewajiban kemas pada tahun 2020, serta mewajibkan pelaku usaha untuk memproduksi minyak goreng dalam kemasan sederhana yang dijual dengan harga eceran tertinggi Rp11.000,-/liter agar tetap tersedia minyak goreng yang higienis dan sehat bagi masyarakat.

Dengan adanya mesin pengisi AMH-O, dapat digunakan produsen minyak goreng sebagai salah satu alternatif penyediaan minyak goreng yang higienis dan bersih dalam kemasan yang sederhana.

Selain itu, harga mesin ini relatif lebih murah jika dibandingkan dengan investasi mesin pengemasan pada umumnya. Sekitar Rp 8 juta per unit, sementara mesin serupa yang diproduksi negara lain (India) diperkirakan harganya sejumlah Rp 18 juta per unit.

 “Dengan kehadiran mesin ini tidak hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri, namun juga dapat diekspor ke negara yang masih mengedarkan minyak goreng curah untuk konsumsi masyarakatnya,”  kata Enggartiasto.

AMH-O ini tercatat mendukung implementasi Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 9 Tahun 2016 yang mewajibkan peredaran minyak goreng curah menggunakan kemasan. Sistem kerja AMH-o menyalurkan minyak goreng dalam jeriken ukuran 18 atau 25 liter sesuai dengan merek dagang produsen ke kemasan yang terdiri dari beberapa takaran mulai dari 250 ml, 500 ml, sampai 1.000 ml, melalui filling oil system yang terdiri dari pompa. pipa flexible, katup solenoid dan flow meter. (T2)

Terbit pada Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Oktober 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit