infosawit

Serapan Minyak Sawit Indonesia Masih Tergantung Ekspor



Serapan Minyak Sawit Indonesia Masih Tergantung Ekspor

InfoSAWIT, JAKARTA - Tahun 2018 ini, Pusat Data InfoSAWIT memperkirakan, akan terjadi perlambatan produksi minyak sawit, pasalnya konsumsi pasar ekspor minyak sawit dan turunannya asal Indonesia, bakalan hanya tumbuh sekitar 6,3%, dibandingkan tahun 2017 lalu. Konsumsi pasar ekspor minyak sawit, masih akan di dominasi produk turunan CPO seperti RBD Olein atau minyak goreng sawit, dengan total besaran ekspor sekitar lebih dari 33 juta ton. 

Produksi CPO sendiri, diperkirakan hanya bakal tumbuh sekitar 8,3% atau sekitar 45,6 juta ton, dimana pertumbuhan produksi ini, hanya berasal dari peningkatan hasil panen dari perkebunan kelapa sawit yang sebagian besar sudah mulai memasuki usia produktif. Di sisi lain, replanting perkebunan kelapa sawit relatif masih berjalan sangat lambat, baik pada perusahaan perkebunan maupun pada lahan petani kelapa sawit.

Jika ditahun depan atau tahun 2019, replanting perkebunan kelapa sawit bisa digenjot maksimal, maka perlambatan produksi bakalan terjadi. Lantaran, sepanjang kurun waktu lima tahun terakhir, pembukaan lahan baru perkebunan kelapa sawit relatif sangat kecil, akibat pemberlakuan Inpres Moratorium yang terus diperpanjang.

Kendati persoalan replanting sendiri, mengalami sumbatan besar pada proses legalitas lahan perkebunan kelapa sawit, yang sebagian besar masih terhambat. Terlebih pada lahan perkebunan kelapa sawit milik petani swadaya, dimana keberadaan lahannya, seringkali masih berada di wilayah abu-abu.

Lantaran menjadi industri yang tergolong memproduksi Rupiah dan menghasilkan Dollar, industri minyak sawit nasional harus berhati-hati, karena kondisi pasar global yang masih sering terjadi goncangan dan cenderung menunjukan tren melemah. Sebab itu, pasar ekspor CPO dan turunannya, menjadi acuan utama bagi pertumbuhan industri minyak sawit nasional.

Tujuan pasar ekspor, masih sangat penting bagi industri minyak sawit nasional, lantaran keberadaan konsumsi pasar domestik, masih belum mampu mengonsumsinya. Sebab itu, produk CPO dan turunannya, masih bergantung kepada negara tujuan pasar ekspor, yang menyaratkan banyak kepentingan dari industri domestik yang dimilikinya. (T1)

Terbit pada Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Oktober 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit