infosawit

Buah Sawit Seberat 95 Kg Peroleh MURI, Dari Kebun Petani Mitra Cargill



Buah Sawit Seberat 95 Kg Peroleh MURI, Dari Kebun Petani Mitra Cargill

InfoSAWIT, JAKARTA – Tak bisa disangka Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang dipanen petani sawit plasma mitra Cargill, Suparji, seberat 95 Kg memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Piagam penghargaan dan sejumlah uang pun diterima Pak Suparji sebagai bentuk apresiasi.

Diakui atau tidak prestasi ini bisa terjadi akibat beragam faktor, dari bahan tanaman unggul yang digunakan hingga pola budidaya sesuai Good Agricultur Practicess (GAP) yang diterapkan petani. Namun yang terpenting adalah hasil dari pelatihan dan pendampingan yang rutin dilakukan bertahin-tahun  oleh Cargill selaku perusahaan inti. Penerapan  praktik bertani yang berkelanjutan yang didorong perusahaan kepada para petani plasma mitra akhirnya berbuah manis.

Bagi Suparji yang juga ketua Koperasi Barokah Jaya berlokasi di Tegal Mulyo Sumatra Selatan, prestasi ini adalah yang kedua kalinya diterima.  TBS milik Pak Suparji jauh lebih berat dibanding berat rata-rata TBS yaitu 25-35 kg. Suparji menjelaskan keberhasilan tersebut tak lepas dari pengembangan kapasitas yang rutin diberikan Cargill kepada para petani plasma sebagai bagian dari program keberlanjutannya.

Lebih lanjut kata Suparji, berkat pelatihan praktik pertanian yang berkelanjutan dari Cargill, dirinya jadi belajar peduli terhadap tanah sekaligus menjaga produktivitasnya secara jangka panjang, memastikan kelestariannya demi generasi mendatang.

“Kami mengerti betapa pentingnya keterlibatan semua pihak yang terlibat di rantai pasok minyak sawit - mulai dari perkebunan hingga ritel - untuk senantiasa menjaga keberlangsungan lingkungan serta tanggung jawab sosialnya. Sertifikasi RSPO menjadi bukti kepatuhan kami atas praktik tersebut,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (5/12/2018) ini di Jakarta.

Koperasi Barokah Jaya merupakan satu dari 20 koperasi bagian dari 21.000 hektar lahan perkebunan sawit PT Hindoli milik Cargill di Sumatera Selatan. Dengan pendampingan dari Cargill, koperasi ini menjadi salah satu kelompok petani plasma di dunia yang memperoleh sertifikasi sesuai prinsip dan kriteria RSPO (Round Table for Sustainable Palm Oil) di akhir 2010.

Sementara dikatakan President Director PT Hindoli, Ong Kee Chau, petani plasma menyumbang sekitar 40% dari pasokan minyak kelapa sawit perusahaan. Para petani plasma ini menggunakan hak mereka dan menjadi bagian penting dalam menyediakan sumber pangan yang berkelanjutan, sekaligus memenuhi permintaan global yang meningkat akan minyak sawit yang berkelanjutan.

“Kami mendukung petani plasma dengan memberikan pengetahuan mengenai praktik pertanian yang baik sehingga panen dan pendapatan mereka pun dapat meningkat. Selain itu, semakin banyak permintaan kepatuhan terhadap praktik-praktik berkelanjutan, mendorong mereka untuk memenuhi persyaratan-persyaratan sertifikasi,” tandas dia. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit