infosawit

Kementan Bakal Fokus Pembangunan Klaster Berbasis Korporasi Petani dan Infrastruktur Pertanian



Kementan Bakal Fokus Pembangunan Klaster Berbasis Korporasi Petani dan Infrastruktur Pertanian

InfoSAWIT, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) kedepan akan fokus kepada pengembangan kawasan pertanian (klaster) berbasis korporasi petani dan penguatan infrastruktur pertanian pada 2019.

Langkah ini dilakukan kata Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian RI, Kasdi Subagyono, sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional Berbasis Korporasi Petani.

Selain itu, katanya, pengembangan infrastruktur akan mempercepat peningkatan produksi dan ekspor pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin. Adapun kebijakan operasional meliputi percepatan produksi pangan dan perbanyakan benih, pembangunan embung, dan rehabilitasi jaringan irigasi, perbaikan varietas unggul, pengembangan pertanian organik, hilirisasi pertanian dan fokus kawasan pertanian berbasis korporasi.

Sementara kegiatan tahun depan fokus pada pengembangan benih hasil riset Balitbangtan, percepatan peningkatan bawang putih dan pengembangan komoditas subsitusi impor, Toko Tani Indonesia (TTI) dan KRPL, penyediaan sapi indukan, cetak sawah, optimalisasi lahan rawa,  pendidikan vokasi, asuransi usaha tani padi dan ternak sapi, bantuan alsintan, techno park dan science park, serta pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, Indonesia juga mempunyai potensi dalam pengembangan lahan rawa. Luas lahan rawa nasional mencapai 34,1 hektare (ha) terdiri dari lahan pasang surut 8,9 juta ha dan lebak 25,2 juta ha. "Seluas 19,2 juta ha sesuai untuk pertanian dan baru 3,7 juta ha sudah dimanfaatkan,” katanya pada Diskusi Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertemakan “Outlook Agribisnis 2018 dan Proyeksi 2019” di Jakarta, Selasa (04/12/2018).

Dia menyebutkan Kementan akan fokus pemanfaatan lahan rawa di 6 provinsi yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, tahun 2019 target produksi padi diproyeksikan 84 juta ton, jagung 33 juta ton, kedelai 2,8 juta ton, bawang merah 1,41 juta ton, cabai 2,29 juta ton, sapi 0,75 juta ton, tebu 2,5 juta ton, kelapa 3,49 juta ton, kakao 0,96 juta ton, kopi 0,78 juta ton dan karet 3,81 juta ton.

Sementara itu, Hari Priyono,Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian menambahkan, Kementan akan melakukan perbaikan layanan yang dibutuhkan petani. Pelayanan pokok utamanya berupa pupuk subsidi, penyuluhan, pengendalian hama penyakit, dan pengaturan air.

“Air menjadi krusial dalam perubahan iklim, maka irigasi menjadi salah satu faktor penting. Apabila kita ingin memperbaiki layanan ke petani, salah satunya pupuk jangan sampai terlambat,” jelas Hari.

Meskipun diakuinya, tahun 2019 sektor pertanian masih mengalami banyak tantangan, salah satunya perubahan iklim. “Kita harus menganggap perubahan iklim tidak dilihat sebagai suatu ancaman melainkan peluang,” tandas Hari. (T2)

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit