infosawit

Mengembangkan Sawit di Kalimantan Berbeda di Papua



Mengembangkan Sawit di Kalimantan Berbeda di Papua

InfoSAWIT, JAKARTA - Pengembangan perkebunan kelepa sawit di Indonesia tercatat sangat pesat, tidak aneh bila tahun demi tahun banyak bermunculan perusahaan perkebunan kelapa sawit baru.  Serta tidak sedikit dari yang muncul itu mulai melantai ke bursa guna menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit terbuka, salah satunya PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., (ANJT)

Sejatinya perusahaan milik keluarga Tahija ini memang sudah berdiri semenjak tahun 1993 lalu dan menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2013. Perusahaan ini memiliki cadangan lahan (inti dan plasma) sejumlah 155 ribu ha, sementara lahan tertanam seluas 51 ribu (inti dan plasma), artinya pengembangan perusahaan kedepan pun masih cukup panjang.

Dari total cadangan lahan yang dimiliki terluas ada di Papua Barat, yang dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut kerapkali dibenturkan dengan isu lingkungan. Untungnya ANJ memiliki sosok wanita perkasa seperti Istini Tatiek  Siddharta, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan semenjak 2016 lalu.

Tutur Istini, pengembangan kelapa sawit tidak bisa disamaratakan untuk setiap daerah, semisal untuk pengembangan di pulau Kalimantan, hanya banyak bisa dilakukan dengan pengembangan secara akuisisi, demikian juga di Sumatera Selatan.

Sementara untuk Papua Barat, perlu cara pengembangan yang berbeda. Apalagi Papua telah didaulat sebagai pulau konservasi. Sebab itu model pengembangannya tidak sama persis dengan di Kalimantan atau Sumatera. “Karakter penduduk nya pun berbeda antara wiayah timur dan barat Indonesia,” katanya.

Cara pengembangan di Papua akan lebih banyak dilakukan dengan berbagai pendekatan serta mengajak para penduduk di wilayah Papua untuk bersama-sama membangun industri agribisnis yang baik, sekaligus membangun perekonomian mereka. “Kami sudah berkomitmen bahwa pengembangan kelapa sawit dengan membangun areal konservasi sepertiga dari areal konsesi yang kami miliki, tentu saja melalui pembicaraan dengan para pemangku kepentingan dari dusun hingga tingkat provinsi,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.  (T2)

 

Terbit pada Majalah InfoSAWIT edisi November 2017

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit