infosawit

Permintaan Minyak Sawit Indonesia ke Pakistan Melonjak 32%



Permintaan Minyak Sawit Indonesia ke Pakistan Melonjak 32%

InfoSAWIT, JAKARTA – Sepanjang November 2018, negara Pakistan mencatatkan rekor tertinggi pembelian minyak sawit terbanyak sepanjang sejarah perdagangan minyak sawit asal Indonesia yaitu sebesar 326,41 ribu ton atau naik 32% dibandingkan bulan sebelumnya dengan volume 246.97 ribu ton.

Harga minyak sawit yang murah dan pengisian stok sepertinya menjadi faktor pendorong naiknya impor minyak sawit oleh Pakistan. Ke depan dengan semakin luasnya Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Pakistan, serta sedang dijajaki untuk ditingkatkan menjadi perdagangan bebas, maka peluang Indonesia untuk terus meningkatkan perdagangan minyak sawit akan semakin besar.

“Pakistan memiliki penduduk yang banyak dan minyak sawit merupakan salah satu minyak utama yang digunakan dalam produk makanan, rumah tangga dan industri lainnya sehingga sangat penting bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses pemberlakuan PTA yang telah direview bersama dan juga mengakselerasi PTA menjadi FTA (free trade agreement),” tutur Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (7/1/2019).

Menyusul di belakang Pakistan adalah negara-negara Timur Tengah yang juga membukukan kenaikan impor minyak sawit dari Indonesia sebesar 31% (dari 120,20 ribu ton naik menjadi 157,81 ribu ton) dan India mengikuti dengan kenaikan tipis yaitu 3% (dari 689.17 ribu ton naik menjadi 711,31 ribu ton). (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit