infosawit

Permintaan Minyak Sawit Dari China, Uni Eropa dan AS Melorot



Permintaan Minyak Sawit Dari China, Uni Eropa dan AS Melorot

InfoSAWIT, JAKARTA – Bila negara Pakistan membukukan permintaan tertinggi, maka sebaliknya untuk beberapa negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia mengalami penurunan seperti China 20%, negara Uni Eropa 21%, Amerika Serikat 10% dan Bangladesh 58%). “Penurunan impor dari negara-negara ini disebabkan masih tingginya stok minyak nabati di dalam negeri,” tutur Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (7/1/2019).

Sementara kabar gembira justru datang dari pelaksanaan perluasan mandatori biodiesel 20% (B20) kepada non-PSO yang terus berjalan dengan baik dan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Sepanjang November 2018 penyerapan biodiesel di dalam negeri mencapai 607 ribu ton atau naik 17% dibandingkan Oktober. Kenaikan penyerapan Biodiesel ini dikarenakan sudah ada perbaikan logistik dari produsen Biodiesel ke depot-depot Pertamina. Diharapkan perbaikan logistik ini juga nantinya diikuti oleh perbaikan infrastruktur tangki khusus Biodiesel di depot-depot Pertamina. Optimisme penyerapan minyak sawit di dalam negeri sebagai energi hijau terbarukan terus meningkat seiring dengan wacana pemerintah juga yang akan memanfaatkan pembangkit listrik dengan bahan bakar dari CPO. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit