infosawit

Sengketa Sawit, PT Safari Riau dan Warga Di Desa Terantang Berlanjut



ilustrasi
Sengketa Sawit, PT Safari Riau dan Warga Di Desa Terantang Berlanjut

InfoSAWIT, PANGKALAN KERINCI – Minggu lalu kondisi di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan memanas sore menjelang petang. Situasi memanas tersebut bermula dari kedatangan sejumlah personel kepolisian dengan membawa senjata yang mencoba menghadang rencana masyarakat untuk membawa hasil panen buah sawit milik mereka yang dikerjasamakan dalam pengelolaannya bersama PT Safari Riau, grup dari perusahaan investasi Malaysia dalam bentuk kebun Koperasi Primer Anggota (KKPA).

Konflik antara perusahaan milik modal asing dari Malaysia ini memang sedang memuncak beberapa waktu belakangan, sehubungan dengan penerapan kerja sama KKPA yang kemudian dianggap merugikan  oleh warga yang tergabung dalam Koperasi dan Kelompok tani.

Tulis riausky.com, dua Koperasi saat ini sedang berperkara di meja hijau dengan PT Safari Riau, anak perusahaan PT ADEI karena merasa dirugikan dengan pola kerja sama KKPA tersebut.

Satu Koperasi berada di Desa Telayap, Pelalawan, serta koperasi lainnya yakni, Koperasi Terantang Jaya Mandiri di Terantang Manuk.

Koperasi Terantang Jaya Mandiri sendiri kemudian dimejahijaukan oleh PT Safari Riau karena dianggap melakukan panen diluar kesepakatan dengan perusahaan asing tersebut.

Sementara menurut pengurus koperasi, mereka mempertanyakan besaran angsuran KKPA sesuai dengan perjanjian  yang sudah berlangsung semenjak tahun 2011 yang sampai hari ini hanya berkurang di bawah Rp700 juta saja.

''Lahan kami yang dikerjasamakan luasnya ratusan hektare, tapi setelah berpuluh tahun bekerja sama, kredit KKPA itu tidak memberikan untung pada masyarakat, karena itulah, kami menuntut hak kami,'' ungkap salah seorang warga seperti dikutip riausky.com. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit