infosawit

Malaysia Balas Upaya Pembatasan Minyak Sawit di Perancis



Malaysia Balas Upaya Pembatasan Minyak Sawit di Perancis

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Dalam sebuah surat resmi, Pemerintah Malaysia akan mempertimbangkan undang-undang yang membatasi impor produk dari Prancis jika Paris tidak menarik rencana untuk membatasi penggunaan minyak sawit dalam biofuel mereka.

Sebelumnya anggota parlemen Prancis bulan lalu memilih untuk menghapus minyak kelapa sawit dari skema biofuel negara itu pada tahun 2020, menyusul kekhawatiran tentang dampak lingkungan dari tanaman sawit yang diproduksi di Indonesia dan Malaysia.

Dikutip Thestar.com, minyak kelapa sawit digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel, juga dalam segala hal mulai dari kue, sabun hingga lipstik. Kelompok-kelompok lingkungan mengatakan bahwa industri minyak kelapa sawit menyebabkan deforestasi, dan juga perpindahan satwa liar dan komunitas asli.

Minyak kelapa sawit adalah sumber utama pendapatan bagi Malaysia, yang merupakan pengekspor minyak nabati terbesar kedua.

Dalam suratnya kepada Macron tertanggal 8 Januari 2019, Mahathir Mohamad meminta pemimpin Prancis untuk menolak usulan larangan minyak kelapa sawit dalam biofuel, menambahkan hubungan perdagangan antara kedua negara tergantung pada saling menghormati komoditas masing-masing.

"Kegagalan dalam saling menghormati itu akan memaksa Malaysia untuk melakukan tindakan, termasuk pembatasan dan penangguhan pembicaraan perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa-Malaysia dan pengenaan undang-undang mengenai perdagangan kedua negara," catat Mahathir dalam surat itu, dikutip Reuters belum lama ini.

Langkah Perancis tersebut dapat mengarah pada “konsekuensi dari ekonomi dan perdagangan" bagi eksportir minyak kelapa sawit dan eksportir Perancis, dalam surat yang ditulis Mahathir. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit