infosawit

Indonesia-Turki Perkuat Perdagangan, Putaran Ketiga IT CEPA Digelar



Indonesia-Turki Perkuat Perdagangan, Putaran Ketiga IT CEPA Digelar

InfoSAWIT, JAKARTA  – Indonesia dan Turki kembali bertemu dalam putaran ketiga Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT CEPA) di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari yaitu pada 24—25 Januari 2019 merupakan salah satu langkah dalam akselerasi perundingan dagang kedua negara.

Perundingan kali ini merupakan kelanjutan perundingan putaran sebelumnya yang dilaksanakan di Ankara, Turki pada 28—30 Mei 2018. Pada perundingan ini, enam kelompok kerja bertemu untuk membahas berbagai isu terkait perdagangan barang seperti akses pasar dan draf teks; bea cukai dan fasilitas perdagangan (CTF); trade remedies (TR); hambatan teknis perdagangan (TBT), sanitasi dan fitosanitasi (SPS), serta isu legal perjanjian.

“Indonesia sebagai tuan rumah menekankan pentingnya perundingan berjalan konstruktif dalam membahas isu-isu penting dalam keenam kelompok kerja. Kedua pihak pada putaran ini akhirnya berhasil menyelesaikan kerangka acuan sebagai pedoman dalam melakukan perundingan ke depannya,“ jelas Direktur Perundingan Bilateral sekaligus pemimpin delegasi Indonesia Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut Made menyampaikan, perundingan putaran ketiga ini merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya peningkatan kerja sama ekonomi dengan berbagai negara mitra dagang untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Perundingan IT CEPA juga dapat menjadi jalan untuk memenuhi target nilai perdagangan yang telah ditetapkan oleh Presiden RI pada saat kunjungan ke Turki bulan Juli 2017, yaitu US$ 10 miliar pada tahun 2023.

“Meskipun data total perdagangan Indonesia-Turki menunjukkan peningkatan yang konsisten selama tiga tahun terakhir, namun kami yakin masih belum merefleksikan potensi sesungguhnya yang dimiliki kedua negara. Singkatnya, masih banyak potensi dan ruang untuk pengembangan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Turki. Perjanjian ini nantinya mendorong hal tersebut,” ujar Made.

Menurut Made, perundingan IT CEPA dilakukan secara inkremental dengan tahap awal di bidang perdagangan barang yang kemudian akan dilanjutkan pada bidang perdagangan jasa, investasi,dan bidang lainnya yang ditentukan kemudian. Perundingan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di Turki dengan cara mengeliminasi hambatan perdagangan kedua negara, baik hambatan tarif maupun nontarif.

Sekedar informasi, total perdagangan Indonesia-Turki pada tahun 2017 mencapai US$ 1,7 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 634,9 juta. Ekspor Indonesia ke Turki tahun 2017 tercatat sebesar US$ 1,16 miliar dengan produk ekspor utama Indonesia ke Turki diantaranya karet alam, benang, serat stapel tiruan, benang filamen sintetis, dan minyak kelapa sawit. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit