infosawit

Harga Minyak Sawit Melorot, Ini Sebabnya



Harga Minyak Sawit Melorot, Ini Sebabnya

InfoSAWIT, JAKARTA – Dikatakan Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, harga minyak sawit selama 2018 tercatat melemah yang akhirnya berdampak pada menurunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari kebun sawit yang di kelola petani. “Harga sawit pada Oktober dan November 2018 menjadi sangat rendah, hasilnya harga TBS banyak dibawah Rp 1000/Kg,” katanya kepada InfoSAWIT, Rabu (6/2/2019) di Jakarta.

Penurunan harga tersebut kata Derom, akibat dua faktor yakni menurunnya permintaan dari beberapa negara dan meningkatnya produksi yang sangat tinggi pada semester kedua tahun 2018. “Akibatnya stok minyak sawit di dalam negeri meningkat, demikian juga terjadi di Malaysia sehingga harga tertekan kuat. Harga Crude Palm Oil (CPO) penyerahan Rotterdam yang biasanya sekitar US$ 600/ton menjadi dibawah US$ 400/ton,” katanya menjelakan.

Namun dengan munculnya kebijakan pmerintah yang diterapkan Desember 2018 dengan membuat pungutan ekspor menjadi nol telah membantu meningkatkan harga TBS sawit di tingkat petani. Bersamaan dengan produksi CPO yang menurun akibat siklus bulanan. Ini terjadi di Indonesia dan Malaysia, sehingga stok CPO dunia menurun.

Diperkirakan harga secara perlahan-lahan berfluktuasi sampai awal kuartal  kedua atau April, yang diprediksi menurun atau bahkan harga bertahan. “Karena produksi mulai meningkat,” tandas Derom. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit